Lompat ke konten utama
KNKT
Berita 12× dibaca

Beberapa Jalur Penyelamat Tak Laik Pakai

JAWA TENGAH –Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kembali melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi pada jalur penyelamat di Wilayah Jawa Tengah. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi hazard dan risk khususnya pada titik lokasi

JAWA TENGAH –Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kembali melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi pada jalur penyelamat di Wilayah Jawa Tengah. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi hazard dan risk khususnya pada titik lokasi kecelakaan yang pernah dilakukan investigasi oleh KNKT.

Hasil di lapangan menunjukkan bahwa jalur penyelamat pada ruas jalan tol Cipularang arah Bandung – Jakarta, jalan Pemalang Purbalingga, jalur Kretek Wonosobo, dan ruas jalan Pemalang kondisinya dalam keadaan tidak terawat. Hal tersebut terlihat dari isi jalur penyelamat yang menggunakan pasir olahan bercampur dengan tanah sudah mulai mengeras dan ditumbuhi rumput ilalang. Beberapa rekomendasi KNKT yang telah diberikan sebelumnya juga belum kunjung dilakukan, seperti perluasan jalur masuk, tikungan tajam, polisi tidur, ban pembatas, dan lain sebagainya.

Sudut masuk dan lajur pengalihan pada jalur penyelamat yang sempit akan menyulitkan kendaraan besar yang mengalami kegagalan pengereman, karena selain kecepatannya yang tinggi, pengemudi juga dalam keadaan panik sehingga beresiko menabrak dinding jalur penyelamat, maka perlu diberi ruang pendaratan yang lebih luas.Terdapat “polisi tidur” yang sengaja dibuat untuk mengurangi kecepatan kendaraan yang akan memasuki jalur penyelamat, justru sangat membahayakan karena kendaraan bisa “jumping” dan hal ini bisa meningkatkan faktor kerusakan kendaraan serta fatalitas awaknya. Hal ini sudah menjadi perhatian KNKT dan dibuat rekomendasinya saat itu agar jalan masuk jalur penyelamat dilebarkan sehingga memberi cukup ruang bagi kendaraan yang mengalami kegagalan pengereman untuk dapat masuk ke dalamnya.

Sangat berbeda kondisinya dengan jalur penyelamat di Fly Over (FO) Kretek yang sekalipun dibangun terlebih dahulu namun kondisinya masih jauh lebih baik. Hasil pantauan KNKT di FO Kretek, jalur penyelamat dalam keadaan baik dan tidak mengalami kerusakan ataupun gangguan yang dapat menghalangi atau menurunkan fungsinya. Isi jalur penyelamat masih sangat bagus dan tidak terjadi pengerasan, demikian juga cat reflector dan ban pembatas di ujung jalur penyelamat yang masih lengkap. Papan peringatan masih utuh, bahkan ditambah oleh warga untuk mengingatkan agar tidak ada yang parkir di area jalur penyelamat.

KNKT menekankan bahwa hal ini perlu terus diperhatikan mengingat pentingnya keberadaan jalur penyelamat sebagai fasilitas forgiving road (passive safety pada jalan) yang dapat menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan dan fakta di lapangan yang menunjukkan bahwa kondisi jalur penyelamat saat ini masih belum seragam, oleh sebab itu KNKT menghimbau agar hal tersebut dapat diatur dan dibuat standar teknisnya. KNKT juga menghimbau kepada Kementerian PUPR agar dapat membuat pedoman penyelenggaraan jalur penyelamat di Indonesia mengingat jalan menurun panjang di Indonesia cukup banyak dan menjadi penyebab yang dominan pada kasus kecelakaan rem blong pada bus dan truk.