Hilang Kendali Akibat Mengantuk Kembali Memakan Korban
JAKARTA – Mobil micro bus ELF dengan nomor kendaraan D 7013 AN yang sedang mengangkut sebanyak 14 orang penumpang dan 2 awak pengemudi mengalami insiden kecelakaan. Pada hari minggu 9 Agustus 2020 micro bus yang merupakan transportasi sewa untuk tuju
JAKARTA – Mobil micro bus ELF dengan nomor kendaraan D 7013 AN yang sedang mengangkut sebanyak 14 orang penumpang dan 2 awak pengemudi mengalami insiden kecelakaan. Pada hari minggu 9 Agustus 2020 micro bus yang merupakan transportasi sewa untuk tujuan Brebes, Tegal, Jawa Tengah berangkat dari Tebet, Jakarta Selatan sekitar pada pukul 20.00 WIB. Dengan tanpa istirahat pengemudi micro bus memutuskan untuk melangsungkan perjalanannya menuju Brebes. Sesampainya di tol Cipali KM 184 + 300, sekitar pukul 03.30 WIB micro bus hilang kendali hingga masuk ke jalur Cirebon – Jakarta kemudian terguling.
Diduga terjadinya kecelakaan dikarenakan pengemudi micro bus mengantuk hingga mengakibatkan kendaraan yang dikemudikannya oleng ke kanan dan menyebrang median tengah jalan. Pada saat bersamaan terdapat mobil penumpang pribadi Toyota Rush (selanjutnya disebut mobil penumpang) yang sedang melaju dari arah berlawanan. Terjadi tumburuan yang tidak dapat dihindarkan antara mobil penumpang dengan micro bus yang sedang melaju dari arah Jakarta menuju Palimanan.
KNKT (Komite Nasional Keselamatan Tranportasi) mengirimkan tim investigator LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) untuk melakukan olah lokasi yang dipimpin oleh Zulfikar IIC (Investigator In Charge) beserta anggota Budi Susandi pada hari senin pagi. Diketahui bahwa pada saat terjadinya kecelakaan cuaca tidak hujan dan lokasi kejadian sesuai dengan GPS (Global Positioning System) berada di 6°41'29.4"S 108°23'14.0"E. Dari kejadian kecelakaan tersebut, 8 orang penumpang termasuk pengemudi micro bus dinyatakan meninggal dunia, 9 orang luka berat dan 8 orang luka ringan.
Mengingat bahwa 85% kecelakaan yang terjadi di ruas tol Cipali adalah akibat dari faktor kelelahan pengemudi (fatigue), Soerjanto Tjahjono selaku ketua KNKT menghimbau kepada seluruh masyarakat “prinsip berkeselamatan dalam berkendara menjadi perhatian penting khususnya pada diri sendiri dan juga untuk orang lain, sadar bahwa keselamatan merupakan
suatu kebutuhan yang harus dipenuhi, maka beristirahat lah apabila dirasa lelah, jangan memaksakan atau merasa ingin terburu-buru sampai tujuan, selalu ingat untuk tetap utamakan keselamatan.”