Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Berupa Kecelakaan Mobil Bus Pariwisata P 7221 Ug di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kec. Lumbang, Kab. Probolinggo, Jawa Timur, Minggu 14 September 2025
-
Pada hari Minggu tanggal 14 September 2025 sekitar pukul 11.10 WIB, sebuah mobil bus wisata nomor polisi P 7221 UG (selanjutnya disebut “mobil bus”) meninggalkan rest area Kawasan Wisata Gunung Bromo dekat Mapolsek Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur. Mobil bus tersebut mengangkut rombongan karyawan RS Bina Sehat Jember beserta keluarganya seusai berdarmawisata dengan tujuan kembali ke Jember. Mobil bus diawaki 2 orang (selanjutnya masing-masing disebut “pengemudi bus” dan “pembantu pengemudi”) serta mengangkut penumpang sebanyak 52 orang.
Saat perjalanan baru berlangsung sekitar 5-10 menit, beberapa penumpang mobil bus mencium bau hangus menyengat dan menurut perkiraan mereka berasal dari bus yang mereka tumpangi. Pengemudi bus sempat menghentikan kendaraannya beberapa kali karena diperingatkan oleh para penumpang agar berhenti dan sesegera mungkin mengecek kondisi bus. Namun setelah itu, pengemudi bus memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan dengan menjalankan bus secara perlahan.
Dalam kondisi melalui jalan yang terus menurun, pengemudi bus berusaha untuk mengendalikan kecepatan mobil bus dengan menggunakan rem utama (service brake) dan mengaktifkan rem angin (exhaust brake). Pada saat itu, tuas persneling berada pada posisi gigi 3.
Sekitar pukul 11.47 WIB, saat mobil bus melintas di jalan yang menurun dan menikung ke kiri di wilayah Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, laju mobil bus semakin tidak terkendali. Karena melihat banyaknya pengguna jalan lain di sebelah kiri jalan, akhirnya pengemudi bus memutuskan untuk membanting setir ke kanan jalan yang berakibat mobil bus menabrak pembatas jalan (guardrail) di sebelah kanan jalan, kemudian sisi kanan mobil bus terperosok ke saluran drainase di sebelah kanan jalan.
Dalam keadaan tetap melaju, badan mobil bus sebelah kanan menggesek sepanjang lereng saluran drainase dan pagar tembok rumah warga yang dilalui. Beberapa penumpang mobil bus terlempar ke luar. Laju mobil bus akhirnya terhenti setelah menabrak jembatan beton dan sepeda motor N 2856 OE yang ditinggalkan pengemudinya di tepi jembatan beton untuk menghindari tabrakan dengan mobil bus tersebut. Kondisi cuaca saat terjadi kecelakaan tidak hujan.
Akibat dari kecelakaan tersebut sebanyak 7 orang seketika meninggal dunia di lokasi kecelakaan, dan 1 korban meninggal dunia saat diberikan pertolongan di RSUD dr. Mohamad Saleh Probolinggo. Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka ditangani di RSUD dr. Mohamad Saleh, RSUD Ar Rozy, RSUD Tongas, Puskesmas Sukapura, Puskesmas Lumbang, dan Puskesmas Wonomerto.
Kedelapan jenazah dan 15 korban yang mengalami luka berat akhirnya dijemput dengan menggunakan 23 unit ambulans menuju RS Bina Sehat Jember. Namun, 2 korban luka berat masih dirawat di RSUD dr. Mohamad Saleh dan RSUD Tongas karena kondisinya belum stabil. Pada 16 September 2025 bertambah 1 korban yang meninggal dunia di RS Bina Sehat Jember sehingga secara keseluruhan, jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan ini menjadi 9 orang dan korban luka berat sebanyak 16 orang.
Berdasarkan hasil investigasi dan analisis dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya kecelakaan tunggal mobil bus wisata ini adalah adanya kombinasi hazard yang serius, yaitu tromol aus dan retak serta kampas terkontaminasi grease. Konsekuensinya adalah penurunan drastis efektivitas pengereman, peningkatan jarak henti, ketidakstabilan arah mobil bus, overheating/brake fading, hingga kegagalan mekanis tromol. Kondisi ini menempatkan kendaraan pada risiko tinggi kehilangan kendali, terutama saat melintas di jalur menurun.
Fatalitas korban terjadi karena tidak tersedianya sabuk keselamatan di semua kursi penumpang. Akibatnya, saat mobil bus terperosok ke saluran drainase, beberapa penumpang terlempar ke luar. Sementara itu, kondisi material superstruktur bus wisata terutama pilar di sisi kanan mobil bus bagian tengah mengalami korosi, melesak ke arah luar sehingga atap sisi kanan bus wisata yang ditumpu oleh pilar tersebut menimpa sandaran kursi dan mengenai survival space penumpang yang duduk di bawahnya.
Hasil dari investigasi ini KNKT menerbitkan rekomendasi keselamatan kepada:
- Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan;
- Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum;
- Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur;
- PO Ind’s88 Trans Jember.