Kelaikan Teknis Kendaraan dan Kondisi Fisik Pengemudi Menjadi Faktor Kunci dalam Keselamatan Berkendara
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam menghadapi musim mudik tahun 2018 mengadakan serangkaian acara sosialisasi di beberapa lokasi yang dipandang strategis. Kantor Pusat Perum Damri di daerah Matraman Jakarta Timur menjadi lokasi per
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam menghadapi musim mudik tahun 2018 mengadakan serangkaian acara sosialisasi di beberapa lokasi yang dipandang strategis. Kantor Pusat Perum Damri di daerah Matraman Jakarta Timur menjadi lokasi pertama diselenggarakannya kegiatan sosialisasi ini. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2018 ini merupakan kerjasama antara KNKT dengan Perum Damri dalam upaya menciptakan kegiatan mudik yang aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan terutama untuk angkutan mudik yang dikelola oleh Perum Damri.
Hadir pada kesempatan itu Direktur Utama Perum DAMRI Setia N. Milatia Moemin, Direktur Teknik Sarmadi Usman, dan para pengemudi dan kepala cabang Perum DAMRI Divre I.
Dalam sambutannya Ketua KNKT, Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono mengingatkan kembali pentingnya kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam berkendara terutama ketika berkaitan dengan kendaraan angkutan umum. Ketua KNKT memaparkan kelaikan teknis kendaraan bermotor sangat mempengaruhi keselamatan kendaraan, dicontohkannya kasus mobil bus Rukun Sayur yang terlibat kecelakaan pada 14 Juli 2016 di Tol Palikanci yang mengakibatkan korban meninggal dunia 11 orang dan lainnya luka berat serta luka ringan. Kecelakaan tersebut disebabkan bus rukun sayur yang tidak laik secara teknis, dengan kondisi super strucktur yang mengalami korosi, tidak ada safety belt di setiap tempat duduk penumpang dan kaca bukan safety glass. Disamping itu ada faktor lain yang berkontribusi pada kecelakaan tersebut yaitu kondisi pengemudi yang mengalami kelelahan karena sudah bekerja 12 jam dari Solo ke Jakarta tanpa istirahat yang cukup. Hal-hal tersebut harus diambil tindakan nyata untuk memperbaiki kondisi yang ada, bila tidak kejadian serupa akan terus berulang dan terus memakan korban. Perum Damri sebagai perusahaan yang bergerak di bidang ini harus peduli dan ambil bagian dalam upaya perbaikan tersebut.
Dalam kaitannya dengan contoh kejadian di atas, KNKT sudah membuat rekomendasi kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan agar kendaraan yang di produksi tahun 2017 harus dilengkapi dengan sabuk pengaman di setiap tempat duduk penumpang. Sedangkan mengenai kondisi fisik awak kendaraan, pengemudi diharapkan dapat bijak dalam mengatur pola istirahat, pola makan dan olahraga yang cukup agar tetap fit ketika membawa kendaraan.
Paparan berikutnya dari KNKT disampaikan oleh Investigator KNKT, Ucu Anggraeni. Pokok bahasan yang disorot adalah faktor fatigue atau kelelahan pengemudi yang menjadi faktor dominan sejumlah kecelakaan di Indonesia. Disarankan oleh Ucu, bahwa pengemudi harus
benar-benar memanfaatkan waktu istirahatnya. Upayakan tidur untuk mengembalikan stamina setelah bekerja. Ada beberapa tips darinya untuk menjaga kondisi, para pengemudi harusberistirahat dengan cukup sebelum mengendarai kendaraan, menjaga pola makan sehat dan tidak menkonsumsi minuman beralkohol yang dapat mengganggu metabolisme tubuh