Lompat ke konten utama
KNKT
Berita 12× dibaca

Kerja Sama KNKT dan Its dalam Bidang Keselamatan Transportasi

SURABAYA – Pelaksanaan kegiatan Memorandum of Understanding / Nota Kesepahaman yang dilakukan antara Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) tentang pendidikan, penelitian, pengabdian masyaraka

SURABAYA – Pelaksanaan kegiatan Memorandum of Understanding / Nota Kesepahaman yang dilakukan antara Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) tentang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan sumber daya di bidang keselamatan transportasi telah berlangsung pada 24 Maret 2022 di Surabaya.

Adapun ruanglingkup kerja sama tersebut meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penggunaan fasilitas bersama, pertukaran data dan informasi, serta kegiatan lain yang disepakati oleh KNKT dan ITS.

Nota Kesepahaman ini bermaksud untuk mewujudkan hubungan yang saling menguntungkan, saling menghormati dan saling mendukung berdasarkan prinsip keadilan serta keseimbangan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung peningkatan mutu akademik.

Selain itu, nota kesepahaman ini bertujuan sebagai dasar pelaksanaan kegiatan untuk mendukung penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki antar keduanya sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Soerjanto Tjahjono selaku ketua KNKT dalam sambutannya menyampaikan bahwa investigation report atau laporan-laporan investigasi yang disusun oleh KNKT memerlukan proses evaluasi yang sifatnya dapat diuji secara scientific. Oleh sebab itu, KNKT melakukan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi sesuai dengan bidang keahliannya. Salah satunya yaitu ITS yang pada bidang riset khususnya di transportasi telah melahirkan banyak inovasi, antara lain sepeda motor Gesit, kapal tanpa awak, mobil listrik, dan lain-lain.

“kita ini harus bisa berpikir 10-15 tahun mendatang untuk transportasi di Indonesia ini mau dibikin seperti apa dan bagaimana, apa saja SDM yg perlu disiapkan, bagaimana kualitasnya,” ujar Soerjanto.

Soerjanto berharap agar kejadian yang saat ini dialami oleh mobil listrik berupa tidak adanya persiapan SDM yang secara khusus mampu menangani permasalahan mobil listrik tidak lagi terjadi pada yang lainnya, sehingga SDM perlu dipersiapkan sedari sekarang untuk 10-15 tahun yang akan datang seiring dengan berkembangnya zaman.

“contohnya masalah mobil listrik, kelayakan mobil listrik kan bukan hanya dilihat dari fisik saja tapi ada komputernya, ada mesinnya, ada elektroniknya, dan segala macem lainnya, bagaimana kita bisa melihat suatu sistem itu laik dioperasikan dan lulus uji tipe hanya melalui fisik,” jelasnya.

Selain itu, penting juga untuk perlu dipikirkan mengenai maintenance atau perawatan sarana, prasarana, dan operasional armada transportasi. Soerjanto menghimbau kepada ITS agar dibuatkan jurusan ilmu maintenance yang saat ini masih sangat jarang ditemukan padahal sebenarnya hal tersebut merupakan hal yang sangat luar biasa yang ke depannya pasti sangat berguna dan akan bisa dikembangkan guna meningkatkan keamanan transportasi di Indonesia.