Lompat ke konten utama
KNKT
Berita 5× dibaca

KNKT dan BASARNAS Lakukan Evaluasi Penanganan Kecelakaan yang Dilakukan di Bawah Air dengan Stakeholder Terkait

JAKARTA –KNKT mengadakan rapat evaluasi penanganan kecelakaan yang dilakukan di bawah permukaan air (underwater) yang diselenggarakan di Kantor Pusat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada tanggal 25 Maret 2019. Rapat tersebut dihad

JAKARTA –KNKT mengadakan rapat evaluasi penanganan kecelakaan yang dilakukan di bawah permukaan air (underwater) yang diselenggarakan di Kantor Pusat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada tanggal 25 Maret 2019. Rapat tersebut dihadiri oleh Jajaran pimpinan serta staf Basarnas, perwakilan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), perwakilan dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL, perwakilan dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, serta para Investigator KNKT.

Dalam acara tersebut diagendakan untuk melakukan reviu dan menerima masukan terkait kegiatan pencarian yang dilakukan pasca kejadian kecelakaan transportasi yang terjadi di bawah air. Setiap perwakilan undangan memberikan paparan bagaimana evaluasi selama pelaksanaan kegiatan pencarian yang dilakukan berdasarkan pengalaman masing-masing. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikan bahwa diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini maka bisa menjadi “lesson learnt” dari pengalaman baik positif maupun kritik yang membangun agar ke depannya kegiatan pencarian kecelakaan transportasi khususnya yang terjadi di bawah air dapat lebih efisien dari segi sumber daya dan waktu serta dapat meminimalisasi potensi kesalahan atau kegagalan yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Perwakilan dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) menyampaikan bahwa selama melaksanakan pencarian pada kejadian kecelakaan di bawah laut memiliki beberapa evaluasi. Hal tersebut lebih mengedepankan pada sisi teknis survey yang dilakukan sebagai panduan pencarian. Pushidrosal sebagai salah satu lembaga di TNI AL memiliki teknologi yang sangat mumpuni untuk melakukan survey bawah air sehingga data yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan dan dapat menjadi sumber pedoman bagi pencitraan di bawah air. Dalam kesempatan tersebut Pushidrosal mengharapkan ke depannya koordinasi antar lembaga dapat lebih ditingkatkan sehingga proses pencarian dapat menjadi lebih optimal dan mencapai target lebih cepat. Evaluasi selanjutnya yaitu diharapkan agar KNKT dapat memberikan gambaran bagaimana dampak yang dapat terjadi pasca kecelakaan sehingga tim pencari memiliki gambaran bagaimana citra objek pencarian sehingga dapat mempermudah proses pencarian. Selain itu BPPT menyampaikan bahwa selalu siap untuk membantu proses pencarian terutama dari segi teknologi pencarian, personil, maupun kebutuhan lainnya seperti logistik dan kapal.

KNKT mengapresiasi kinerja para stakeholder yang terkait misi pencarian kecelakaan transportasi di bawah air baik kepada Basarnas, TNI AL, BPPT, serta stakeholder lainnya yang sudah membantu dalam proses pencarian ini. Oleh karena itu diharapkan bahwa ke depannya melalui rapat ini dapat menjadi pedoman perbaikan kinerja proses pencarian di bawah air guna meningkatkan efisiensi sumber daya