KNKT dan Ditjen Hubdat Bekerja Sama Meningkatkan Kesadaran Masyarakat akan Keselamatan Berkendara
JAKARTA – Mobilitas yang kian hari kian meningkat membuat semakin bertambah pula angka pengguna kendaraan, namun hal tersebut tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup seputar keselamatan berkendara. Fatigue atau kelelahan merupakan salah satu fa
JAKARTA – Mobilitas yang kian hari kian meningkat membuat semakin bertambah pula angka pengguna kendaraan, namun hal tersebut tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup seputar keselamatan berkendara. Fatigue atau kelelahan merupakan salah satu faktor penyebab yang paling berbahaya dan yang paling sering di alami seseorang dalam berkendara hingga mengakibatkan terjadinya sebuah kecelakaan. Akibat fatigue, seseorang akan menjadi sulit berkonsentrasi atau mengingat sesuatu, waktu reaksi menjadi lebih lambat, serta memiliki risiko lebih tinggi untuk melakukan kesalahan yang kritikal terhadap keselamatan.
Pada 14 Oktober 2020, KNKT bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengadakan kegiatan FGD (Forum Group Discussion) mengenai SMK (Sistem Manajemen Keselamatan) yang diselenggarakan di Purwokerto. Dengan menyampaikan pengetahuan dan cara mengelola risiko yang terkait dengan kelelahan dan keselamatan maka diadakannya kegiatan ini selain bertujuan untuk meningkatkan keselamatan, meminimalisir angka kecelakaan, juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penerapan sistem manajemen keselamatan.
Pada angkutan umum, tujuan sistem manajemen keselamatan ialah untuk memastikan tata kelola keselamatan dalam penyelenggaraan angkutan umum sesuai dengan standar keselamatan yang telah ditetapkan. Selain itu, penerapan sistem manajemen keselamatan pada angkutan umum juga penting agar selalu waspada terhadap hazard, dimulai dari memperhatikan risiko ketidak laikan jalan, risiko pada rute/lintasan, dan risiko ketidaklaikan awak kendaraan. Semua ini perlu menjadi tanggung jawab bersama antara pihak perusahaan dan para pekerja agar nantinya tidak menimbulkan kerugian apa pun yang tidak diinginkan.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mencontohkan kasus kecelakaan tunggal yang dialami bus Tiban Inten pada tanggal 18 Agusutus 2018 silam tepatnya di Tol Cipali berdasarkan hasil investigasi ditemukan bahwa sistem rem pada bus dapat berfungsi secara normal dan tidak ada masalah teknis pada kendaraan, faktanya pengemudi telah mengemudi selama 31 jam secara terus menerus menempuh rute Jakarta - Yogyakarta PP (Pulang Pergi) tanpa pengemudi cadangan.
Oleh sebab itu, Soerjanto menghimbau agar selalu peka pada diri sendiri dengan tidak terlalu memaksakan sesuatu di luar dari batas kemampuan, apabila dirasa diri butuh istirahat maka beristirahatlah sejenak demi keselamatan dan kebaikan diri sendiri juga orang lain.