Lompat ke konten utama
KNKT
Berita 3× dibaca

KNKT Himbau Adanya Helipad di Area Jalan Tol pada Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2018

Sebagai Koordinator Bidang Keselamatan dalam Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2018, Komite Nasional Keselamatan Nasional (KNKT) menghimbau kepada para penyelenggara angkutan lebaran di tahun 2018 agar menjadikankeselamata

Sebagai Koordinator Bidang Keselamatan dalam Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2018, Komite Nasional Keselamatan Nasional (KNKT) menghimbau kepada para penyelenggara angkutan lebaran di tahun 2018 agar menjadikankeselamatan transportasi menjadi prioritas penyelenggaraan angkutan lebaran tahun 2018 dengan prinsip selamat diperjalanan serta selamat sampai ditujuan.Berdasarkan data yang diperoleh sejauh ini, tingkat keselamatan di tahun 2017 relatif lebih baik untuk seluruh moda transportasi umum. Hasil tersebut tidak lepas dari kuasa Tuhan dan juga upaya dari seluruh jajaran Kementerian Perhubungan serta unit kerja Kementerian/Lembaga terkait untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan pelayanan bagi para penumpang, khususnya pada arus mudik dan balik lebaran .

“KNKT sendiri pada tahun ini berfokus pada moda Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dan moda Pelayaran” ungkap Ketua KNKT, Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono. Hal ini dikarenakan tren kecelakaan tahun ini banyak terjadi pada dua moda tersebut. Pada moda LLAJ permasalahan yang terjadi pada saat ini diantaranya adalah:

    1.Belum optimalnya penerapan Manajemen Tanggap Darurat dijalan tol.Hal ini diketahui dari penanganan evakuasi korban jiwa jika terjadi kecelakaan terutama di jalan tol kurang maksimal dikarenakan masih mengandalkan pemakaian jalur darat dan kurangnya koordinasi dengan rumah sakit terdekat yang diperuntukkan untuk penanganan korban kecelakaan. Untuk hal ini KNKT mengusulkan untuk pemanfaatan helikopter dan pembangunan fasilitas helipad sebagai alternatif tanggap darurat di jalan tol.

    2.Belum optimalnya penerapan sistem Manajemen Keselamatan Jalan terkait pemakaian jalan alternatif angkutan lebaran diantaranya belum adanya petunjuk pelaksanaan pemakaian jalur alternatif kendaraan yang disesuaikan dengan kelas jalan, belum adanya pengawasan, belum adanya rambu-rambu petunjuk dan belum adanya penegakan disiplin yang dilakukan oleh

    petugas terhadap pengemudi. Usulan KNKT dalam menangani hal ini adalah pengawasan pada jalur alternatif. Penggunaan jalur alternatif harus sesuai antara kelas kendaraan dengan kelas jalan. Sedangkan mengenai kekurangan rambu, harus segera dibuatkan rambu petunjuk pada jalan-jalan alternatif sebelum musim angkutan lebaran mulai.

    3.Belum optimalnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan pada regulator dan operator transportasi terkait penegakan disiplin pada pelintasan sebidang.

    4.Belum optimalnya pengawasan waktu kerja dan waktu istirahat pengemudi bus yang berdampak optimalisasi fisik awak sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan,dan

    5.Kurangnya fasilitas istirahat yang memadai bagi pengemudi bus.

Pada moda Pelayaran, permasalahan yang terjadi adalah masih kurangnya optimalisasi penerapan sistem manajemen keselamatan pelayaran terkait ketersediaan life jacket ketika terjadi overload penumpang kapal.Untuk mengatasi hal tersebut KNKT menyarankan operator melakukan pendataan manifest sesuai dengan peraturan yang berlaku dan apabila terjadi overload maka perlu dikeluarkan petunjuk pelaksanaannya oleh Menteri Perhubungan.