KNKT Kunjungi Asdp dan Pelni dalam Rangka Sambut Angkutan Mudik 2018
Berdasarkan data investigasi kecelakaan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), di tahun 2018 ini tren kecelakaan yang menonjol terjadi pada dua moda yaitu moda lalu lintas dan angkutan jalan dan moda pelayaran. Oleh karena itu dalam pelaksa
Berdasarkan data investigasi kecelakaan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), di tahun 2018 ini tren kecelakaan yang menonjol terjadi pada dua moda yaitu moda lalu lintas dan angkutan jalan dan moda pelayaran. Oleh karena itu dalam pelaksanaan tugas sebagai Koordinator Bidang Keselamatan dalam Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2018 Kementerian Perhubungan, KNKT berfokus pada kedua moda transportasi tersebut. Setelah minggu lalu melakukan kegiatan sosialisasi di Perum Damri dan Terminal Pulo Gebang, KNKT pada tanggal 28 Mei 2018 melakukan kegiatan koordinasi dan diskusi di dua tempat yaitu di Kantor Pusat ASDP dan Kantor PT. Pelni.
Tempat pertama yang dikunjungi adalah Kantor Pusat ASDP. Dalam kesempatan tersebut Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono menyampaikan beberapa permasalahan yang menjadi perhatian KNKT terutama menyangkut keselamatan pada moda pelayaran. Permasalahan-permasalahan tersebut berasal dari pengamatan tim KNKT pada penyelenggaraan angkutan lebaran tahun lalu dan juga berasal dari temuan di tempat kejadian-kejadian kecelakaan kapal yang diinvestigasi oleh KNKT.
Masalah over kapasitas menjadi hal yang berulang-ulang disampaikan oleh Ketua KNKT. Hal tersebut tidak bisa didiamkan karena akibatnya bisa mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Ditambahkannya lagi bahwa memang ada dispensasi mengenai penambahan kapasitas penumpang tersebut, tetapi kebijakan harus disertai dengan penambahan fasilitas untuk keselamatan seperti contohnya penambahan life jacket pada kapal yang bersangkutan.
Selain hal tersebut, Ketua KNKT juga mengingatkan masalah kebakaran kapal. Beberapa waktu belakangan banyak sekali ditemukan kejadian kebakaran kapal. “Masalah kebakaran ini yang menjadi perhatian kami adalah masalah penanganan tanggap daruratnya. Kami usulkan per area ada beberapa orang disertai dengan alat pemadam kebakaran untuk antisipasi.” demikian disampaikannya.
Hal lain yang disampaikan kepada jajaran Pejabat ASDP adalah inisiatif dari KNKT untuk meminta bantuan Basarnas agar menyiapkan kapal di tengah laut sebagai kapal siaga untuk mengantisipasi bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Selama ini kapal-kapal Basarnas hanya stand by di dermaga, menurut Soerjanto hal ini kurang efektif. Karena respon terhadap suatu kejadian menjadi agak terlambat.
Setelah selesai acara di Kantor ASDP, tim KNKT yang dipimpin langsung oleh Ketua KNKT menuju tempat berikutnya yaitu PT Pelni. Di tempat kedua ini beberapa hal yang disampaikan di tempat sebelumnya diingatkan kembali oleh Ketua KNKT. Beliau juga menyampaikan ada beberapa temuan KNKT pada kejadian-kejadian kecelakaan akhir-akhir ini. Temuan itu antara lain :
1.Belum optimalnya Bridge Resource Management
2.Awak kapal tidak memaksimalkan perangkat pendukung di kapal semisal AIS
3.Pemanfaatan informasi cuaca dari BMKG belum sepenuhnya diterapkan
Dijelaskan oleh ketua, terkadang hal-hal tersebut dianggap sederhana, tetapi tidak bisa dipungkiri banyak contoh kejadian kecelakaan disebabkan oleh hal tersebut. Maka diharapkannya ASDP sebagai salah satu pihak operator mencermati dan memperhatikan hal tersebut, agar kedepannya tidak terjadi kejadian kecelakaan yang dipicu oleh temuan-temuan di atas.