Lompat ke konten utama
KNKT
Berita 2× dibaca

KNKT Lakukan Operasi Pencarian CVR Pesawat Lion Air PK-LQP

JAKARTA- Berakhirnya operasi pencarian korban kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 registrasi PK-LQP yang dilakukan Basarnas pada Sabtu, 10 November 2018 bukan berarti menghentikan upaya pencarian Cockpit Voice Recorder (CVR). Hal tersebut ditegaskan

JAKARTA- Berakhirnya operasi pencarian korban kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 registrasi PK-LQP yang dilakukan Basarnas pada Sabtu, 10 November 2018 bukan berarti menghentikan upaya pencarian Cockpit Voice Recorder (CVR). Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono. Menurut Soerjanto, KNKT akan menjadi penanggungjawab dalam operasi pencarian CVR tersebut.

Perencanaan terkait berlangsungnya operasi pencarian CVR tersebut sudah dirancang oleh tim KNKT. Ada beberapa skenario dan tahapan operasi yang dirancang untuk mengantisipasi kendala-kendala yang mungkin akan ditemukan di lapangan. Hal ini perlu dilakukan karena berdasarkan keterangan para investigator KNKT dan kru dari Kapal Baruna Jaya I yang digunakan selama ini untuk operasi pencarian korban dan puing-puing pesawat, diperkirakan CVR pesawat tersebut terkubur dalam lumpur yang cukup dalam. Jadi walaupun kedalaman perairan Tanjung Karawang hanya sekitar 30 meter saja, tetapi faktor lumpur yang cukup dalam tersebut agak menghambat pencarian CVR.

Untuk menunjang kegiatan tersebut diperlukan beberapa kelengkapan yaitu:

    1.Remotely Operated Vehicle (ROV) working class,

    2.Magneto High Resolution yang dapat mengetahui material metal yang terdapat di dalam lumpur,

    3.Side Scan Sonar untuk mengetahui lokasi material metal yang terdapat di dasar laut,

    4.Penyelam yang dilengkapi peralatan untuk dapat berkoordinasi dengan ruang kontrol dan mampu menyelam lebih dari 1 jam.

KNKT juga telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak diantaranya dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terkait ijin pekerjaan bawah air yang akan dilakukan dalam operasi tersebut. Diharapkan nanti setelah sarana prasarana penunjang operasi tersebut sudah tersedia, akan bisa langsung beroperasi tanpa memikirkan perijinan-perijinan lagi.

Pelaksanaan operasi pencarian CVR tersebut direncanakan akan dimulai pada hari Kamis 15 November 2018. Tetapi dikarenakan ada beberapa kendala teknis dan masih diperlukannya korordinasi dengan beberapa pihak yang terkait, operasi tersebut mengalami penundaan 3 sampai 5 hari ke depan.

Di sisi lain, investigasi mengenai kecelakaan berupa interview dengan beberapa pihak dan penggalian data yang lebih dalam masih terus dilakukan. KNKT menargetkan satu bulan setelah kejadian, sesuai dengan peraturan yang ada akan mengeluarkan Pre-eliminary Report terkait kejadian tersebut.