KNKT Lakukan Pertemuan dengan Keluarga Penumpang Pesawat Lion Air PK-LQP di Jakarta dan Pangkal Pinang
JAKARTA, PANGKAL PINANG- Dengan dirilisnya Laporan Awal Kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LQP, KNKT melakukan pertemuan dengan keluarga korban dengan tujuan untuk menyampaikan perkembangan investigasi yang dilakukan KNKT dan memberikan penjelasan kepada
JAKARTA, PANGKAL PINANG- Dengan dirilisnya Laporan Awal Kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LQP, KNKT melakukan pertemuan dengan keluarga korban dengan tujuan untuk menyampaikan perkembangan investigasi yang dilakukan KNKT dan memberikan penjelasan kepada keluarga korban mengenai laporan awal investigasi yang dirilis. Kegiatan ini dilakukan di dua daerah yaitu di Ruang Mataram Gedung Karya Kementerian Perhubungan Jakarta dan Novotel Bangka Hotel and Convention Center Pangkal Pinang.
Kegiatan dibuka dengan pembacaan doa untuk para penumpang pesawat JT610 dengan empat agama dan kemudian dilanjutkan dengan paparan laporan hasil investigasi kecelakaan pesawat JT610 oleh Ketua KNKT di Jakarta dan Ketua Sub Komite Penerbangan di Pangkal Pinang. Ketua KNKT Soerjanto menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga penumpang JT610 serta berharap semoga kejadian ini menjadi hikmah dan pelajaran bagi kita semua. Kegiatan pertemuan dengan keluarga korban dilakukan sesuai janji Ketua KNKT yang menyatakan akan menyampaikan laporan awal (Preliminary Report) kepada keluarga penumpang terlebih dahulu sebelum dipublikasikan kepada stakeholder dan masyarakat. Pertemuan berlangsung tertutup dengan keluarga korban beserta tamu undangan tertentu dan tidak dipublikasikan ke media publik.
KNKT menyampaikan perkembangan investigasi dan menjelaskan teknis dari proses investigasi mulai dari tanggal 1 November 2018 salah satu blackbox yaitu Flight Data Recorder (FDR) telah dtemukan. FDR ini merupakan rekaman pergerakan pesawat selama penerbangan. Sedangkan blackbox lainnya atau Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam suara selama penerbangan belum diketemukan akan dilakukan pencarian lebih lanjut dengan kapal yang memiliki teknologi untuk operasional bawah air dan proses pengangkatan, dimana kapal tersebut tidak terdapat di Indonesia. Kemudian tanggal 4 November 2018 FDR telah berhasil diunduh secara utuh dan baik. Data yang berhasil diperoleh 1.790 parameter selama 69 jam penerbangan termasuk yang mengalami kecelakaan. Parameter ini antara lain kecepatan, ketinggian, dan lainnya.
Selain itu KNKT menjelaskan kepada keluarga korban mengenai laporan awal investigasi yang telah dilengkapi dengan informasi faktual berisi tentang informasi penerbangan, data pesawat, data awak pesawat, data BMKG, data blackbox, rekomendasi keselamatan penerbangan dan safety action yang telah dilakukan. Dalam laporan awal kecelakaan ini disampaikan bahwa:
a.Komponen Angle of Attack sensor yang dilepas di Bali, telah diterima oleh KNKT dan akan diperiksa di Minneapolis dan pemeriksaan bengkel perbaikan di Florida.
b.Kecelakaan ini adalah pertama kali terjadi di dunia pada pesawat B 737-8 MAX, sehingga perlu untuk dilakukan Simulasi penerbangan menggunakan engineering simulator di fasilitas Boeing di Seattle untuk merekonstruksi penerbangan dan melihat dampak terhadap pesawat atas kerusakan yang terjadi.
c.KNKT telah mengeluarkan rekomendasi kepada Boeing untuk memperbaiki prosedur. Rekomendasi KNKT sudah ditindaklanjuti oleh Boeing dan FAA dengan menerbitkan “Emergency Advisory Directive”.
d.Safety Action telah dilaksanakan oleh PT. Lion Mentari Airline (Lion Air), Batam Aero Technic, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Boeing Company dan FAA.
e.KNKT mengeluarkan dua rekomendasi keselamatan penerbangan untuk PT. Lion Mentari Airline (Lion Air) untuk dilaksanakan.