Lompat ke konten utama
KNKT
Berita 2× dibaca

KNKT Menyampaikan Hasil Investigasi Kecelakaan di Gerbang Tol Kalikangkung

TEGAL – Kecelakaan yang melibatkan dua bus dan satu mobil terjadi di Gerbang Tol Kalikangkung KM 424 Jalan Tol Batang-Semarang pada Sabtu 28 Desember 2019 lalu. Kecelakaan tersebut mengakibatkan dua bus terbakar dan satu mobil menghantam pembatas jal

TEGAL – Kecelakaan yang melibatkan dua bus dan satu mobil terjadi di Gerbang Tol Kalikangkung KM 424 Jalan Tol Batang-Semarang pada Sabtu 28 Desember 2019 lalu. Kecelakaan tersebut mengakibatkan dua bus terbakar dan satu mobil menghantam pembatas jalan (guardrail). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terjun ke lokasi kejadian guna melakukan investigasi dengan mengumpulkan data dan fakta di lapangan.

Setelah melakukan serangkaian proses investigasi, KNKT menyampaikan perkembangan yang didapatkan sejauh ini. Kejadian kecelakaan diduga berasal dari rem yang blong. Pada saat mengendarain bus, pengemudi menggunakan persnelling lima dan ketika menjelang sekitar 300 meter dari tempat kejadian pengemudi merasakan rem blong. Akibat hal tersebut, pengemudi tidak bisa mengendalikan bus sehingga menabrak kendaraan yang ada di depannya. Fakta berikutnya yang didapatkan bahwa bus terbakar setelah terjadi tabrakan. Api diduga berasal dari bagian kanan belakang Bus Pepeje. Api menjalar dengan sangat cepat ke bagian bus lainnya terutama bagian depan bus. Api juga menyambar ke bagian depan bus lainnya.

Berdasarkan keterangan saksi yang diterima oleh KNKT bahwa pengemudi merasakan ada yang tidak sesuai pada sistem pengereman yang dia gunakan. Kemudian pengemudi meminta pembantu pengemudi untuk mengecek sampai tiga kali di tiga tempat yang berbeda. Menurut analisis KNKT didapat bahwa pengemudi masih kurang memahami sistem pengereman yang ada pada kendaraan yang dikemudikannya. Kemudian dari sisi pembantu pengemudi menyampaikan bahwa Tromol dan Kampas saling melekat dan panas hingga mengelurkan asap. Keterangan dari saksi penumpang menyampaikan bus sudah terasa tidak nyaman saat melakukan perjalanan dan bus sering kali melakukan pengereman. Analisis KNKT terkait kesalahan fungsi pada sistem pengereman terjadi disebabkan oleh kegiatan pengemudi yang kurang sesuai dengan standar prosedur yang ada. Selain itu, tromol yang harusnya berbentuk bulat ternyata sudah berubah bentuk menjadi oval (ovality). Hal tersebut menyebabkan tromol menjadi overheatOvality biasanya disebabkan oleh perilaku pengemudi pada saat berkendara yang tidak sesuai prosedur serta pemasangan kampas.

Kejadian lainnya setelah kecelakaan yaitu terjadinya kebakaran pada mobil bus. Secara umum, prinsip dasar terjadinya kebakaran dimulai dari adanya “segitiga api” yang terdiri dari tiga elemen yang tidak dapat dipisahkan. Ketiga elemen tersebut adalah sumber panas, adanya bahan baka, serta didukung oleh oksigen. Sejauh ini maka kebakaran terjadi pada peristiwa ini disebabkan oleh ketiga elemen tersebut. Setelah melakukan analisis didapatkan bahwa bagian pada bus Pepeje mengalami deformasi. Hal ini disebabkan karena pada saat terjadinya kebakaran, tidak cepat dipadamkan dan juga pada bus Pepeje ini tidak dilengkapi dengan Automatic Fire Extinguisher yang dapat mengurangi dampak dari kebakaran, sehingga api menjalar dengan cepat dan menyebabkan Bus Pepeje terdeformasi.

Sehubungan dengan kejadian ini, KNKT menerbitkan rekomendasi kepada para stakeholder terkait untuk memperbaiki dan mencegah peristiwa yang sama terulang kembali. Rekomendasi diberikan seputar masalah sistem pengereman, peristiwa terbakarnya bus, serta terkait Emengency Response Plan (ERP)Pada sistem pengereman KNKT meminta agar ada edukasi kepada para pengemudi terkait bagaimana prosedur yang baik serta perusahaan melakukan supervisi yang dilakukan melalui unit terkait. Pada masalah terbakarnya bus, KNKT merekomendasikan untuk melakukan desain ulang bagian belakang bus untuk meningkatkan kelaikan bus. Terakhir terkait ERP, KNKT merekomendasikan bahwa organisasi ERP ada pada level provinsi, agar dibuat standar prosedur yang jelas dan lengkap di jalan tol, serta dilakukan latihan berkala agar jika terjadi keadaan darurat dapat langsung mengetahui langkah apa yang harus diambil.