Lompat ke konten utama
KNKT
Berita 2× dibaca

KNKT Sarankan Pembangunan Jalan Tol Integrasikan Fasilitas Helipad untuk Situasi Darurat

Menjelang pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun 2018, semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan sudah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari. Persiapan tersebut tentunya dalam upaya mewujudkan pelaksanaan angkutan lebaran

Menjelang pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun 2018, semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan sudah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari. Persiapan tersebut tentunya dalam upaya mewujudkan pelaksanaan angkutan lebaran yang aman, nyaman, dan yang paling utama adalah selamat sampai tujuan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pada Angkutan Lebaran tahun 2018 ini kembali ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan sebagai Koordinator Bidang Keselamatan dalam Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2018 (1439 Hijriah).

Salah satu perhatian KNKT dalam angkutan lebaran ini adalah mengenai penanganan situasi-situasi darurat di sepanjang jalan tol. Situasi darurat ini khususnya bila terjadi kecelakaan di jalan tol. Menurut Ketua KNKT, Bapak Soerjanto Tjahjono, perlu adanya fasilitas atau alat yang dapat menjangkau lokasi kecelakaan dengan cepat dan tanpa hambatan. Beliau menambahkan bila ada kecelakaan atau situasi darurat lainnya yang perlu segera mendapat penanganan tetapi terhalang dengan kondisi jalan tol yang akses pintu keluar terlalu jauh dengan fasilitas rumah sakit atau fasilitas pertolongan lainnya dan ditambah dengan kondisi macet pada musim lebaran, tentunya akan memperparah kondisi yang ada.

Dalam mengantisipasi kondisi seperti ini, KNKT mengusulkan penggunaan Helicopter sebagai sarana transportasi dalam upaya penanganan situasi darurat dan kecelakaan di sepanjang jalur tol yang akan dilewati oleh angkutan lebaran ini. Penggunaan helikopter ini tentunya memerlukan sarana dan prasarana penunjang terutama terkait dengan helipad. Hal tersebut yang akan coba KNKT lakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait terutama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sebagai Koordinator Pelaksana Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tingkat Nasional Tahun 2018.

“Di dalam rapat dengan Ditjen Darat dan pihak terkait semuanya kemarin, kita sampaikan untuk menentukan lokasi dimana helipad ini harus disiapkan. Memang helikopter dapat mendarat dimanapun tetapi tempatnya itu harus dipersiapkan. Harus dilakukan survey oleh orang-orang yang kompeten dalam menangani masalah helikopter, kemudian tempatnya dipersiapkan termasuk terbebas dari kerikil atau batuan batuan yang dapat membahayakan bagi mendaratnya helikopter. Selain itu, tempatnya itu juga tidak boleh terlalu sempit atau dekat dengan pepohonan atau gedung-gedung ataupun hal-hal lainnya yang membahayakan” terang Ketua KNKT.

Ditambahkannya lagi “Untuk itu hal-hal tersebut perlu dipersiapkan, dan persiapan itu sendiri perlu waktu. Setiap lokasi yang akan dijadikan lokasi helipad itu juga pasti punya kendala masing-masing, yang harus diselesaikan secara spesifik sesuai kondisi masing-masing. Salah satu contohnya adalah tempat tersebut terlalu lembek, maka harus disiapkan langkah untuk memperkeras. Sedangkan lokasi lainnya kondisi sudah keras, ternyata ada obstacle pohon, atau di lokasi lain tempat pendaratnnya anginnya terlalu kencang. Jadi perlu penanganan penanganan yang khusus sesuai lokasi masing masing.” kata Soerjanto

Pada akhirnya Ketua KNKT berharap untuk mendukung pelaksanaan Angkutan Lebaran 2018 ini, usulan dari KNKT tersebut dapat diterapkan. Sebagai langkah awal pihak KNKT akan berkirim surat ke pihak-pihak terkait dalam upaya mewujudkan usulan yang dimaksud. KNKT akan selalu siap dalam memberikan sumbang saran terkait pelaksanaan pengoperasian helikopter dalam mensukseskan angkutan lebaran tahun ini.