KNKT: Selain Sarana Kendaraan, Sumber Daya Manusia Juga Menjadi Unsur Penting yang Harus Diperhatikan Menjelang Angleb 2020
JAKARTA – Menjelang angkutan lebaran2020, pada 4-6Maret 2020 Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama Ditjen Perhubungan Darat melakukanasistensi mengenai Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) di Kota Kediri, yaitu di PT. Karya Setiawan E
JAKARTA – Menjelang angkutan lebaran2020, pada 4-6Maret 2020 Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama Ditjen Perhubungan Darat melakukanasistensi mengenai Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) di Kota Kediri, yaitu di PT. Karya Setiawan Ekatama. Guna mencegah terjadinya kecelakaan berulang dengan penyebab yang sama dan mengurangi kerugian material akibat suatu kecelakaan, pemerintah menghimbau kepada seluruh perusahaan untuk menerapkan standar SMK yang sudah ditetapkan. SMK atau Sistem Manejemen Keselamatan yang merupakan suatu cara pengendalian risiko meliputi prosedur, perencanaan hingga pelaksanaan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan perusahaan dalam proses pengembangan, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan serta dapat menciptakan lingkungan kerja yang efisien.
“Kalo masalah itu pak ya, kalo soal menjaga keselamatan itu kami pasti selalu menjaga meskipun katakanlah gaada aturan apapun yang mengikat tapi pasti masing-masing orang tidak ingin celaka, cuman kadang-kadang ada suatu tingkat kesembronoan yang harus dipagari dengan regulasi. Tapi kayanya edukasi seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan ya biar benar-benar paham” kata Bambang Setiawan, selaku direktur PT. Karya Setiawan Ekatama.
Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) selama ini, terdapat lima unsur yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan di jalan, yang pertama yaitu prasarana berupa jalan, jembatan, rambu lalu lintas, dan lain-lain. Kedua, sarana berupa kendaraan yang digunakan. Ketiga, sumber daya manusia itu sendiri, kemampuan dan kesehatan supir selama berkendara. Keempat, yaitu manajemen perusahaan berupa kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh suatu perusahaan. Kelima, yaitu lingkungan, bisa karena hujan, longsor, dan sebagainya.
Saat menjelang angkutan lebaran seperti saat ini selain pengecekan sarana atau kendaraan, sumber daya manusia juga merupakan unsur penting yang harus dipersiapkan dengan baik. Kondisi kesehatan, masa kerja, dan tempat istirahat supir selama perjalanan mengantarkan penumpang dari suatu kota ke kota lain juga perlu diperhatikan, jangan sampai supir merasakan kantuk atau lelah yang berlebihan. Oleh sebab itu, sebelum memulai perjalanan diharapkan kepada setiap perusahaan agar masing-masing supir melakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu dan mengisi form yang telah disediakan secara jujur agar jika terjadi kecelakaan nanti dokumen tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu sumber informasi.