Lompat ke konten utama
KNKT
Berita 3× dibaca

KNKT Selenggarakan Sosialisasi Keselamatan Transportasi dalam Menyambut Musim Mudik Lebaran 2018

Dalam upaya mewujudkan pelaksanaan angkutan lebaran yang aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai Koordinator Bidang Keselamatan dalam Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tah

Dalam upaya mewujudkan pelaksanaan angkutan lebaran yang aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai Koordinator Bidang Keselamatan dalam Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2018 (1439 Hijriah) mengadakan kegiatan sosialisasi keselamatan transportasi di Terminal Pulo Gebang pada tanggal 22 Mei 2018. Sasaran sosialisasi ini adalah perusahaan-perusahaan bus AKAP dan AKDP beserta awak kru mereka. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara KNKT, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Sosialisasi Keselamatan Transportasi kali ini mengambil tema “ Kelaikan Kendaraan, Jam Kerja dan Tempat Istirahat Pengemudi pada Angkutan Lebaran Tahun 2018”.

Sambutan Kadishub Provinsi DKI Jakarta, Drs. Andri Yansyah, M.Hmenyatakan bahwa faktor SDM menjadi faktor utama dalam permasalahan-permasalahan seputar angkutan lebaran. Tidak bisa dipungkiri bahwa orang-orang yang terlibat dalam operasional kegiatan terutama awak kru kendaraan memiliki kompetensi yang kurang. Upaya peningkatan kompetensi lewat sosialisasi seperti ini perlu diintensifkan. Ditambahkannya lagi bagi awak kru bus sosialisasi ini diharap dapat merubah pola pikir dan sudut pandang tentang diri dan profesinya sebagai awak kendaraan angkutan umum. Hal ini mendorong dirinya untuk lebih percaya diri dan merasa dihargai serta dapat merubah sikap dan perilaku pengemudi menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab sekaligus mempersiapkan awak kendaraan angkutan umum yang profesional dan berkualitas

Wakil Ketua KNKT, Haryo Satmiko, menegaskan kembali bahwa KNKT tahun ini dan khususnya pada masa angkutan lebaran kali ini akan berfokus pada moda lalu lintas dan angkutan jalan. Hal ini selain dikarenakan tren kecelakaan moda LLAJ dalam beberapa tahun ini mengalami peningkatan, juga didasari dari hasil investigasi kecelakaan transportasi yang dilakukan oleh KNKT pada beberapa tahun terakhir menemukan satu fenomena bahwa di setiap musim lebaran pasti minimal ada satu kejadian kecelakaan transportasi jalan raya yang menonjol. Dicontohkannya kasus tergulingnya Bus Handoyo pada 2016 dan Bus Rosalia Indah pada 2017, dan juga yang paling terbaru adalah peristiwa truk yang menabrak kendaraan dan rumah warga di Brebes. Kejadian-kejadian tersebut coba diminimalisir oleh KNKT dengan mengadakan serangkaian sosialisasi keselamatan transportasi.

Paparan KNKT yang disampaikan oleh Investigator KNKT, Ucu Anggraeni, menerangkan faktor manusia sebagai faktor yang dominan dalam terjadinya kecelakaan di dunia ini. Faktor manusia dimaksud adalah kelelahan pengemudi. Diterangkannya lagi bahwa beberapa tahun terakhir KNKT sangat peduli dengan faktor kelelahan ini dengan mengkampanyekan tersedianya tempat istirahat bagi sopir baik di terminal atau yang baru-baru ini adalah tempat istirahat di tempat wisata. KNKT sadar satu-satunya jalan untuk menghilangkan kelelahan

adalah dengan istirahat. Istirahat yang optimal didapat dari tempat istirahat yang memadai. Dalam kesimpulannya ditarik tiga poin utama yaitu :

1.Jika seseorang berada dalam keadaan segar, ia akan mampu melaksanakan tugas-tugas yang paling rumit sekalipun, ataupun tugas-tugas yang sangat menuntut perhatiannya.

2.Bila pengendara mengalami kelelahan atau fatigue, baik karena stres yang berlangsung terus menerus ataupun kurangnya waktu istirahat akan mengakibatkan penurunan performance.

3.Cara yang paling efektif untuk mengatasi efek negatif dari fatigue adalah dengan tidur itu sendiri. Bila tidak memungkinkan untuk tidur tanpa terganggu, tidur sejenak tetap lebih baik daripada tidak tidur sama sekali.

Narasumber dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat diwakili oleh Direktur Pembinaan Keselamatan, Ahmad Yani mencoba mengenalkan kepada awak kru kendaraan tentang e-Logbook pengemudi angkutan AKAP. Aplikasi yang bisa diunduh lewat play store tersebut bisa menampilkan waktu kerja seorang supir beserta waktu istirahatnya. Diharapkan lewat aplikasi tersebut jam kerja seorang supir bisa dipantau dan diatur sehingga tidak melewati batas maksimal jam kerja. Seperti yang diungkapkan sebelumnya, jam kerja yang berlebih tentunya akan mengakibatkan kelelahan pada sopir. Faktor ini merupakan salah satu penyebab kecelakaan yang dominan baik di Indonesia maupun dunia. Aplikasi ini bisa dikatakan merupakan upaya awal untuk memperbaiki sistem keselamatan transportasi serta dalam pelaksanaannya harus didukung oleh perusahaan otobus, awak kru kendaraan dan juga petugas di lapangan