Lompat ke konten utama
KNKT
Berita 29× dibaca

Pentingnya Edukasi bagi Pengemudi dalam Bertransportasi

JAWA TENGAH – Truk trailer dengan nomor polisi H 1886 AC mengalami kecelakaan di ruas tol dalam kota Semarang, Jawa Tengah tepatnya di km 430+200 pada 23 Oktober 2021 akibat tidak kuat menanjak sehingga berjalan mundur dan menghantam empat mobil yang

JAWA TENGAH – Truk trailer dengan nomor polisi H 1886 AC mengalami kecelakaan di ruas tol dalam kota Semarang, Jawa Tengah tepatnya di km 430+200 pada 23 Oktober 2021 akibat tidak kuat menanjak sehingga berjalan mundur dan menghantam empat mobil yang berada di belakangnya. Diketahui tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun kemacetan panjang terjadi dikarenakan posisi akhir truk melintang pada tiga lajur ruas tol tersebut.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa mengemudi truk trailer dengan rata-rata power sebesar 260 PS keatas itu sangat berbeda dengan mengemudikan truk biasa yang hanya dilengkapi 6 speed, sedangkan truk trailer 9 speed. Ada dua jenis gigi, yaitu gigi low (kura2) dan high (kelinci). Gigi low untuk gigi 1 – 4 dan gigi high untuk 5 – 8. Cara memindahkannya pun berbeda, ada yang model ditampar dan ada yang model diklik. Selain itu, ada satu gigi lagi, namanya gigi C (crawler) yaitu gigi setengah yang biasa dipakai untuk kondisi jalan mendaki. Dari sini pengemudi harus tahu bagaimana tata cara menggunakannya, salah menggunakan mesin bisa mati mendadak.

Selanjutnya pada sistem pengereman, ada dua yaitu rem tractor head dan rem trailer. Sehingga kalau lihat ke belakang tractor head pasti ada dua selang (kabel) satu untuk mengisi airtank pada trailer dan satunya untuk mengatur relay pada brake chamber masing-masing roda (jangan sampai terbalik memasangnya).

Perlu diwaspadai adalah bahwa jika ada kebocoran pada brake chamber di trailer, maka hal ini bisa mengakibatkan trailer tidak bisa direm dan bisa mendorong tractor head. Dan kebocoran ini sangat mungkin terjadi pada mangkok brake chamber yang terbuat dari karet, bisa karena penuaan ataupun robek. Oleh sebab itu, sebaiknya pada brake chamber dilengkapi dengan safety brake (double brake chamber) sehingga jika rem trailer bocor, otomatis roda trailer akan terkunci.

Sementara dari airtank, didistribusikan ke masing-masing brake chamber dengan menggunakan relay kemudian selang warna kuning ini yang akan mengatur relay untuk mengerem.

Berdasarkan hasil investigasi yang didapat bahwa pada kasus kecelakaan truk trailer ini terdapat airtank dan selang yang merah adalah untuk melakukan pengisian ke airtank trailer, jadi rem trailer itu bukan hand brake tapi service brake untuk trailernya.

Rem trailer fungsinya sama dengan service brake pada truk biasa, hanya bedanya ada di tuas sebelah kiri pengemudi. Hal ini apabila dibandingkan dengan truk tronton biasa sangat lah jauh berbeda, untuk masuk ke C hampir mirip dengan ke R , harus berhenti dan ke netral dulu serta hand brake ditarik, tidak bisa langsung digeser dari 2 ke C. Itu lah yang menyebabkan saat pengemudi pindah dari gigi 2 langsung ke C mesin seketika mati dikarenakan ada kebocoran pada konektor rem ke trailer. Ini menjelaskan tekanan anginnya turun terus dan akhirnya rem blong.

Hasil investigasi juga mendapati bahwa truk trailer ini mengganti klep dengan guntingan ban, dari sinilah cikal bakalnya rem blong dapat terjadi. KNKT berharap agar ke depannya program mitigasi kecelakaan berupa sosialisasi atau pemberian edukasi kepada pengusaha angkutan trailer, mekanik dan pengemudi yang selama ini tidak pernah mengetahui atau mempelajari hal tersebut dapat tersebar luas.