Lompat ke konten utama
KNKT
Berita 9× dibaca

Perjelas Perizinan dan Pengawasan Kapal Agar Tak Lagi Berstatus Abu-Abu

JAKARTA – Tidak memiliki izin dari pemerintah setempat, kecelakaan perahu wisata yang terjadi di Waduk Kedung Ombo dengan menewaskan sebanyak 9 korban menjadi perhatian banyak pihak. Tidak hanya itu, kejadian serupa juga pernah terjadi di Bangka dan

JAKARTA – Tidak memiliki izin dari pemerintah setempat, kecelakaan perahu wisata yang terjadi di Waduk Kedung Ombo dengan menewaskan sebanyak 9 korban menjadi perhatian banyak pihak. Tidak hanya itu, kejadian serupa juga pernah terjadi di Bangka dan Banyuwangi. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merespon peristiwa tersebut dengan mengirim tim investigasi untuk meneliti kejadian kecelakaan. Mengingat bahwa sampai saat ini, status pengawasan keselamatan kapal masih banyak yang bersifat abu-abu, maka Soerjanto Tjahjono selaku ketua KNKT menghimbau agar ke depannya seluruh kapal wisata maupun kapal penumpang harus memiliki perizinan dan pengawasan yang jelas.

Tidak ingin kejadian kecelakaan dengan penyebab yang sama kembali terulang di kemudian hari, KNKT bersama Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Kepala Kantor Syahbandar menggelar kegiatan peninjauan kapal di Marina Ancol yang dihadiri oleh pihak penanggung jawab. KNKT menekankan agar kapal-kapal yang berada di sekitaran kolam Ancol ini semuanya terdata. “Perlu adanya pendataan terhadap semua kapal, baik kapal penumpang, kapal nelayan, kapal wisata, dan kapal apa pun lainnya karena Ancol ini tempat singgah jadi biar tau koordinasi penanggung jawabnya siapa” tutur Soerjanto.

Berdasarkan hasil tinjauan, Marina Ancol telah memiliki pengawasan yang jelas dengan sistem pengawasan kelola yang baik. KNKT berharap kepada seluruh regulator agar dapat saling mengawasi dan bekerja sama untuk saling mengingatkan satu sama lain demi keselamatan bersama. “Semoga ke depannya hal ini dapat ditiru di semua tempat wisata, sama seperti halnya di Ternate apabila ada orang yang merokok pas lagi isi bensin maka orang yang bersangkutan tersebut langsung ditegur. Jadi pengawasannya sangat baik karena saling mengingatkan sehingga patut untuk ditiru” jelas Soerjanto memberi contoh terkait pentingnya pelaksanaan pengawasan dan kerja sama antar satu dengan yang lain.