Program Mitigasi Daerah Rawan Kecelakaan Sitinjau Lauik
KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) telah melaksanakan rapat koordinasi antar instansi terkait yang dilaksanakan di Terminal Anak Air Kota Padang pada hari Selasa tanggal 30 Maret 2021 dalam rangka pembahasan mitigasi daerah rawan kecelak
KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) telah melaksanakan rapat koordinasi antar instansi terkait yang dilaksanakan di Terminal Anak Air Kota Padang pada hari Selasa tanggal 30 Maret 2021 dalam rangka pembahasan mitigasi daerah rawan kecelakaan pada Sitinjau Lauik yang dipimpin langsung oleh Ketua KNKT dan dihadiri oleh semua pemangku kepentingan dan perwakilan akademisi dari Universitas Andalas.
Dari hasil rapat koordinasi antar instansi terkait tersebut, KNKT menyampaikan beberapa hal yang telah disepakati terkait program mitiasi untuk menurunkan risiko kecelakaan yang disusun sebagai program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
Program jangka pendek yang dibuat oleh KNKT dibagi menjadi dua program inti, yaitu Program Active Safety, dan Program Passive Safety. Program passive safety memiliki beberapa poin penting, seperti pemasangan marka stop dan papan peringatan sebagai batas henti pada masing-masing arah, melengkapi lokasi tikungan dengan PJU (Penerangan Jalan Umum), memasang papan peringatan sebelum memasuki turunan panjang pada batas Kabupaten Solok dengan tulisan “Di Depan Turunan Panjang, Gunakan Gigi Rendah Sekarang”, memasang CCTV (Closed-Circuit Television) pada tikungan untuk memantau aktivitas di tikungan Sitinjau secara real time, pemasangan VMS (Variable Message Sign) pada kedua arah, perbaikan surface tikungan khususnya terkait skid resistance, dan perbaikan drainase pada tikungan.
Program passive safety untuk jangka pendek memiliki beberapa rekomendasi, seperti penyediaan ambulance pada Puskesmas terdekat, penyediaan tali sling dan toolkit untuk pertolongan kecelakaan, dan perbaikan pagar penahan dengan memberi bantalan baru pada beton/MCB untuk menurunkan fatalitas/deformasi saat kendaraan menabraknya.
Program Jangka Menengah dalam mitigasi kecelakaan di Sitinjau Lauik juga memiliki Program active safety dan passive safety. Beberapa upaya mitigasi yang bisa diimplementasikan dalam program active safety antara lain membuat imbauan kepada para operator bus maupun kendaraan barang untuk melakukan identifikasi rute, dan penyediaan rest area pada wilayah Kabupaten Solok sebelum memasuki turunan panjang sebagai tempat pendinginan roda dan mengecek kondisi rem.
Program passive safety pada program jangka menengah antara lain penyediaan jalur penyelamat pada turunan panjang Kabupaten Solok – Kota Padang sebelum titik Sitinjau Lauik dan perbaikan talud dan pagar pengaman jalan pada beberapa tikungan berbahaya dengan bahu jalan terbatas.
Program jangka panjang yang direkomendasikan oleh KNKT dalam mitigasi kecelakaan di Sitinjau Lauik adalah pembuatan jalan alternatif Kota Padang – Kabupaten Solok terutama bagi kendaraan besar, untuk menghindari turunan panjang dan beberapa tikungan maut dan berbahaya.
Diharapkan dengan rekomendasi ini, dapat menjadi acuan dalam program-program mitigasi kecelakaan bus dan angkutan barang yang sering terjadi di Jalan Kota Padang – Kabupaten Solok, khususnya di Sitinjau Lauik.