Lompat ke konten utama
KNKT
Berita 5× dibaca

PT Kai Siap Tekan Angka Kecelakaan dan Fatalitas Ka Batu Bara

BANDAR LAMPUNG – KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) dalam misinya untuk melakukan advokasi dan promosi hasil laporan investigasi dan rekomendasi keselamatan, secara rutin memprogramkan forum diskusi interaktif antar para stakeholders. Pa

BANDAR LAMPUNG – KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) dalam misinya untuk melakukan advokasi dan promosi hasil laporan investigasi dan rekomendasi keselamatan, secara rutin memprogramkan forum diskusi interaktif antar para stakeholders. Pada 27 Oktober 2020, KNKT mengadakan kegiatan ARF (Accident Review Forum) bidang perkeretaapian dengan membahas mengenai dampak pengoperasian angkutan Babaranjang 60 gerbong di Bandar Lampung. Adapun pemilihan tema tersebut didasarkan pada hasil temuan investigasi kecelakaan perkeretaapian yang diakibatkan oleh anjloknya rangkaian kereta api batubara rangkaian panjang di tahun 2016 dan tahun 2018.

Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh stakeholders bidang perkeretaapian yang berada di bawah naungan regulator perkeretaapian, penyelenggara perkeretaapian maupun pemerintah daerah serta masyarakat pengguna jasa KA (Kereta Api) baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, salah satu penyebab terjadinya kecelakaan KABabaranjang khususnya di wilayah Bandar Lampungialah karena banyaknya isi muatan batubara yang terdiri kurang lebih sebanyak 30 rangkaian dengan kondisi track menikung tajam serta adanya kegagalan axle lining pada lokomotif CC202 dimana permukaan atas roda yang bersentuhan dengan axle lining kurang halus.

”Masalah ini perlu segera dicarikan solusi yang terbaik, bagaimana pun ke depannya kita harus bisa menekan potensi terjadinya kecelakaan hingga fatalitasnya jika kasus itu terjadi” Soerjanto Tjahjono selaku ketua KNKT menegaskan agar masalah KA Babaranjang ini segera ditindaklanjuti secara cepat. Kendati demikian, Soerjanto salut akan respon yang diberikan oleh PT.KAI dalam menerima masukan terkait hasil investigasi kecelakaan yang disampaikan pihak KNKT. “PT.KAI ini selalu adaptif dan sangat komunikatif, apapun siap dilakukan demi meningkatkan keselamatan bersama” Jelas Soerjanto.

Suprapto selaku ketua subkom IK (Investigasi Kecelakaan) perkeretaapian KNKT dalam paparannya sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan ARF menjelaskan bahwa pengawasan pelaksanaan perawatan prasarana perkeretaapian perlu lebih ditingkatkan lagi melalui program audit secara rutin, khususnya untuk organisasi dan manajemen perawatan prasarana perkeretaapian di PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Muhammad Fatawi selaku Direktorat Jenderal Perkeretaapiaan Kementerian Perhubungan menambahkan bahwa perlu ada pengelompokkan dan penetapan kelas jalur KA yang dimaksudkan sebagai pedoman teknis bagi penyelenggaraan prasana perkeretaapian dalam pembangunan jalur kereta api yang menjamin keselamatan dan keamanan.

Dengan diadakannya kegiatan ARFini sebagai wadah atau tempat untuk bertukar pikiran atau menyamakan persepsi yang berkaitan dengan penanganan kecelakaan, KNKT berharap agar PT.KAI melakukan kajian teknis mengenai dampak pengoperasian KA Babaranjang dengan 60 rangkaian gerbong batubara terhadap kondisi, siklus perawatan, window time perawatan, kemampuan SDM (Sumber Daya Manusia) dan mesin perawatan jalan rel, serta proses pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi keselamatan hasil investigasi kecelakaan lainnya dapat segera direalisasikan agar tidak ada lagi anjlokan KA batu bara.