Lompat ke konten utama
KNKT
Berita 2× dibaca

Seringkali Disepelekan Ternyata Ban Menjadi Salah Satu Faktor Utama Terjadinya Kecelakaan

JAWA BARAT – Data KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) mencatat, sekitar 80% kasus kecelakaan pecah ban terjadi akibat tekanan angin ban yang kurang dan hingga sepanjang tahun 2020 kasus kecelakaan terbanyak terjadi di ruas jalan tol Cipal

JAWA BARAT – Data KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) mencatat, sekitar 80% kasus kecelakaan pecah ban terjadi akibat tekanan angin ban yang kurang dan hingga sepanjang tahun 2020 kasus kecelakaan terbanyak terjadi di ruas jalan tol Cipali. KNKTbersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, PT. LMS (pengelola tol Cipali) dan pengelola rest area tol Cipali km 102 mengadakan kegiatan kampanye keselamatan terkait pemeriksaan tekanan angin pada ban kendaraan yang dapat dilakukan secara berkala guna menghindari kasus pecah ban dan fenomena aquaplaning akibat tekanan angin yang kurang.

“ban pada kendaraan memang terlihatnya sepele, tetapi ban itu menjadi tumpuan penting yang sangat memengaruhi tingkat keselamatan berkendara, terutama di jalan tol. Bila tekanan angin pada ban kurang, akibatnya bisa sangat fatal. Apalagi dipacu di jalan tol dengan kecepatan yang tinggi, ban bisa mengalami fatigue dan pecah. Bahkan apabila posisi sedang hujan dengan kondisi jalan tol yang tergenang air, tekanan angin pada ban yang kurang dapat menyebabkansplit hingga terjadilah fenomena aquaplaning.”Soerjanto Tjahjono selaku ketua KNKT menjelaskan pentingnya memerhatikan tekanan angin pada ban kendaraan.

Selain fatigue pada ban, fatigue juga biasa dialami oleh para pengemudi kendaraan bermotor khususnya yang membawa kendaraan-kendaraan besar dengan beban muatan berlebih. Oleh sebab itu, Soerjanto juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terlalu memaksakan diri dan melakukan istirahat sejenak di tempat-tempat peristirahatan yang telah disediakan baru kemudian kembali melanjutkan perjalanan.

Dengan bekerjasama dengan pengelola rest area, para tenan yang ada di rest area tol Cipali km 102 juga turut dilibatkan untuk memberikan peringatan kepada para pengemudi sesaat sebelum meninggalkan rest area agar melakukan pengecekan tekanan angin pada ban terlebih dahulu. Tidak hanya peringatan yang diberikan secara langsung oleh para tenan, tetapi juga melalui sticker yang ditempel di hampir setiap meja dan tempat-tempat lain yang tujuannya agar masyarakat sadar bahwa pengecekan tekanan angin pada ban secara berkala itu penting untuk dilakukan demi keselamatan bersama.

Dari diadakannya kegiatan tersebut, diharapkan dapat menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat agar selalu menerapkan sistem manajemen keselamatan dalam berkendara dengan memperhatikan kondisi setiap kendaraan yang hendak digunakan hingga bagian terpenting seperti tekanan angin pada ban yang dapat dilakukan pengecekan secara berkala.