Teknologi Smartmt Menjadi Pioneer Keselamatan Berkendara
BANDUNG – Dalam rangka meminimalisir resiko kecelakaan pada pengoperasian mobil tangki, PT Pertamina Patra Niaga mengadakan kegiatan Evaluasi Hasil Uji Coba Smart MT System di Fleet Ujung Berung MOR III, Terminal BBM Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat
BANDUNG – Dalam rangka meminimalisir resiko kecelakaan pada pengoperasian mobil tangki, PT Pertamina Patra Niaga mengadakan kegiatan Evaluasi Hasil Uji Coba Smart MT System di Fleet Ujung Berung MOR III, Terminal BBM Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat pada tanggal 28 - 29 Maret 2022.
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono menyampaikan rasa terima kasih sekaligus apresiasi terhadap riset yang telah dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga, “KNKT itu tugasnya selain investigasi juga memprovokasi, jadi kami berterima kasih, senang sekali rasanya salah satu solusi dari permasalahan yang ada mengenai mobil tangki terbakar, dimulai dari rem yang bermasalah yang menimbulkan panas sehingga menyebabkan ban terbakar dan mengakibatkan keseluruhan tangki terbakar. Dengan adanya perbaikan peningkatan dari PT Pertamina dengan megembangkan teknologi SmartMT, kecelakaan mobil tangki sudah mengalami penurunan,” ungkapnya.
Soerjanto berharap dengan adanya SmartMT ke depan teknologi seperti ini dapat dikembangkan dengan solid dan murah sehingga bisa diterapkan di seluruh kendaraan yang ada di Indonesia.
PT Pertamina Patra Niaga telah mengembangkan teknologi mechatronic pada armadanya yang menggabungkan antara teknologi mekanika, elektronika, dan informatika yang kemudian disebut menjadi SmartMT. Dengan memuat beberapa fitur yang mengintegrasikan sistem kontrol mesin, casis, tangki dan sistem kontrol peralatan di kabin.
Pengembangan teknologi tersebut dimulai sejak tahun 2018 - 2021 dan berhasil dilakukan uji coba terhadap 10 kendaraan, di mana konfigurasi teknologinya telah dilakukan kajian Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) atau metode analisis kesalahan yang muncul dari proses perancangan berupa lembaran yang berisi poin-poin penting dalam proses pembuatan rancangan bersama tim KNKT yang nantinya akan dibuat beberapa skema pengendalian terhadap setiap kemungkinan error atau kesalahan yang terjadi guna meminimalisir dampak agar tidak menimbulkan efek yang merugikan.
Tim riset PT Pertamina Patra Niaga mengembangkan 15 fitur pintar yang mendukung pengembangan teknologi SmartMT. Salah satu fitur nya yaitu Overheat Thermal/Break Pressure Sensor yang mampu mendeteksi suhu pada ban dan akan tersampaikan kepada pengemudi sehingga mencegah terjadinya overheat atau mengalami panas yang berlebihan pada ban.
Kegiatan evaluasi hasil uji coba SmartMT ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat dan perwakilan dari PT Transportasi Jakarta. Direktur Jenderal Perhubungan darat juga memberikan apresiasi teknologi Smart MT dan akan mendukung fitur pintar Smart MT agar diterapkan di seluruh mobil tangki di Indonesia dengan mengeluarkan regulasi dari Kementerian Perhubungan. PT Transportasi Jakarta selaku peserta yang menghadiri kegiatan tersebut juga mengharapkan beberapa fitur pintar SmartMT ini nantinya dapat diterapkan di sistem kendaraan PT Transportasi Jakarta.