Lompat ke konten utama
KNKT
Berita 2× dibaca

Truk Tangki Pintar Pertama di Dunia

JAKARTA – Di Indonesia, masalah kecelakaan lalu lintas angkutan barang, mobil pribadi atau kendaraan umum lainnya memiliki banyak faktor penyebab. Masalah yang harus diselesaikan mulai dari hulu sampai hilir dengan mencari tahu akar permasalahan atau

JAKARTA – Di Indonesia, masalah kecelakaan lalu lintas angkutan barang, mobil pribadi atau kendaraan umum lainnya memiliki banyak faktor penyebab. Masalah yang harus diselesaikan mulai dari hulu sampai hilir dengan mencari tahu akar permasalahan atau faktor penyebab terjadinya kecelakaan. Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kasus kecelakaan yang kerapkali terjadi yaitu masalah rem blong pada mobil angkutan barang khususnya mobil tangki hingga mengakibatkan adanya kebakaran, diketahui bahwa sebagian besar berawal dari rem.

“bisa sampai kebakaran itu karena ketika saat jalan dimulai dari rem yang entah karena macet atau sistem otomatisnya yang bekerja secara otomatis sehingga menyebabkan tromol panas, setelah panas terjadi yang namanya pyrolysis jadi prosesnya itu velgnya panas dan ban nya mulai terbakar. Nah terbakarnya ban itu nanti bisa timbul api, api terus bisa membakar tangki, jadilah kebakaran” Soerjanto Tjahjono selaku ketua KNKT menjelaskan proses terjadinya kebakaran pada truk tangki.

Sehubungan dengan hal tersebut, PT. Pertamina Patra Niaga perusahaan yang berfokus pada bisnis hilir minyak dan gas (O&G) menciptakan satu rangkaian mobil truk tangki pintar atau disebut SmartMT yang diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan secara komprehensif. Berawal dari pemasangan alat untuk memonitoring temperatur pada tromol rem dan tekanan angin pada tangki yang tujuannya ketika temperatur di atas normal dapat terdeteksi oleh pengemudi. Setelah kedua alat itu dinilai berhasil kemudian dikembangkan membuat Blackbox untuk dapat merekam kejadian selama berkendara yang bisa juga ditransmisikan ke pusat. Sehingga temperatur, kecepatan, lokasi truk, dan lain-lain dapat termonitor dengan baik. Mulai dari situ beberapa kasus mengenai kebakaran truk tangki mulai menurun secara drastis.

“sekarang sudah pakai fingerprint untuk menghidupkan mesin, kalo bukan fingerprint orang yang memang harus membawa kendaraan pada saat itu ya gabisa hidup jadi hanya orang yang memang sudah dijadwalkan saja yang bisa menghidupkan mesinnya, misalkan pengemudi yang sudah diajdwalkan itu namanya Amir jadi yang cuma bisa bawa mobil itu ya si Amir, nanti ada database nya yang akan ngasih tau kalo pada hari itu Amir jadwalkan ke Sukabumi tapi nanti si database nya juga akan ngasih tahu kalo pada hari itu si Amir sudah bekerja selama berapa jam, jadi orang yang akan menjadwalkan Amir itu gak akan bisa menjadwalkan Amir untuk pergi ke Sukabumi karna akan melebihi jam kerja yang semestinya, kecuali kalo Amir belom bekerja sama sekali maka dia bisa ke Sukabumi. Begitu juga pada saat mengisi BBM, hanya bisa dilakukan 1 kali di pom bensin yang sudah ditentukan, dikirimkan sms berupa password untuk membuka pintu tangki.” Soerjanto menjelaskan fitur baru yang terdapat pada SmartMT.

KNKT berharap agar Patraniaga bisa menjadi contoh bagi yang lain, membuat inovasi truk pintar yang semua unsur keamanan dan keselamatannya terpenuhi. Hingga saat ini dengan beberaparekomendasi tambahan dari KNKT yang dilatarbelakangi hasil investigasi SmartMT sudah memiliki 15 fitur yang terdiri dari Overhead Thermal Sensor, Safety Induction Voice, Driver True Sensor, Drive Behavior Sensor, Fuel Consumption Sensor, Tire Pressure Sensor, Brake Pressure Sensor, Product Level Sensor, Pneumatic Seal Sensor & EDR/Blackbox, Auto Route Navatigate, Auto Maintenance System, Electronics Sensor System, Legality Sensor System, Safety Distance & CCTV Sensor, Face Fatigue Sensor.