Peluncuran Asean Motorcycle Assessment Programme (Asean Map) Dukung Peningkatan Keselamatan Sepeda Motor di Asia Tenggara
Kementerian Pengangkutan Malaysia melalui MIROS meluncurkan ASEAN MAP pada 11 Agustus 2026 di Selangor, diresmikan Wakil Menteri YB Datuk Hasbi. Acara 2 hari ini dihadiri pakar, produsen, dan wakil pemerintah ASEAN. Plt. Kasubkom LLAJ Wisnu Hariadhi hadir mewakili KNKT Indonesia.
BANGI – Kementerian Pengangkutan Malaysia melalui Institut Penyelidikan Keselamatan Jalan Raya Malaysia (MIROS) meluncurkan ASEAN Motorcycle Assessment Programme (ASEAN MAP) pada 11 Agustus 2026 di Bangi Resort Hotel, Selangor. Acara peluncuran tersebut diresmikan oleh Wakil Menteri Pengangkutan Malaysia, YB Datuk Haji Hasbi bin Haji Habibollah, dan dihadiri perwakilan pemerintah dari Indonesia, Thailand, Vietnam, serta Malaysia. Kegiatan dua hari ini juga menghadirkan produsen kendaraan, pakar keselamatan jalan raya, kalangan akademisi, dan organisasi internasional. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) hadir memenuhi undangan mewakili Indonesia, diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Wisnu Hariadhi.
Kehadiran KNKT dalam agenda regional ini berkaitan dengan pembahasan tata kelola, arah strategis, serta penyusunan kerangka penilaian keselamatan sepeda motor untuk kawasan Asia Tenggara. Data yang disampaikan dalam pertemuan tersebut menunjukkan bahwa sepeda motor merupakan moda transportasi utama masyarakat, namun pengendaranya menanggung proporsi kematian terbesar akibat kecelakaan. Pada tahun 2025, Malaysia mencatat 6.537 korban jiwa di jalan raya, dengan 4.340 di antaranya (66,4 persen) merupakan pengguna sepeda motor. Padahal, sepeda motor hanya terlibat pada 13,7 persen dari keseluruhan kejadian kecelakaan. Pengendara berusia 16 hingga 30 tahun menjadi kelompok yang paling banyak menjadi korban jiwa.
Wakil Menteri Pengangkutan Malaysia, YB Datuk Haji Hasbi bin Haji Habibollah, menyampaikan bahwa keselamatan berkendara berdampak pada kesehatan masyarakat dan ketahanan keluarga. Dalam kerangka Malaysia Road Safety Plan 2022-2030, Malaysia menargetkan penurunan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas hingga 50 persen pada tahun 2030 dibandingkan tahun 2019 melalui pendekatan Safe System. Pendekatan ini mencakup pembenahan pelatihan pengendara, penegakan hukum, perbaikan infrastruktur jalan, dan edukasi publik. Ia menekankan bahwa selain faktor manusia dan jalan, kendaraan itu sendiri harus dirancang dengan mengutamakan aspek keselamatan sejak awal perakitan.
Program ASEAN MAP mengadopsi model Malaysia Motorcycle Assessment Program (MyMAP) yang menguji kendaraan berdasarkan empat aspek: kepatuhan regulasi PBB, kesesuaian proses produksi, kelengkapan teknologi keselamatan, dan komitmen produsen dalam mendidik pengendara. Penilaian berperingkat bintang ini ditujukan untuk memberikan informasi terbuka bagi konsumen serta mendorong produsen melampaui batas minimal regulasi. Selain menyasar pengguna pribadi, sektor layanan angkutan dan pengiriman barang (ride-hailing dan delivery) juga diharapkan memanfaatkan peringkat ini dalam memilih armada kendaraan yang lebih aman bagi para pengemudinya.
Direktur Jenderal MIROS, Associate Professor Ir. Ts. Dr. Siti Zaharah Ishak, menjelaskan bahwa ASEAN MAP dijalankan secara berkesinambungan agar terus menyesuaikan perkembangan teknologi sepeda motor, seperti sistem pengereman modern, fitur pembantu pengendara, dan teknologi keselamatan terhubung. Tahap awal pelaksanaan program fokus pada empat negara pengadopsi utama, yaitu Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Malaysia, sebelum diperluas ke negara anggota ASEAN lainnya. Periode 2027 hingga 2028 difokuskan pada evaluasi dokumen teknis, fitur keselamatan, dan kesesuaian produksi. Selanjutnya pada 2029 hingga 2034, pengujian akan mencakup performa teknis seperti efektivitas pengereman dan visibilitas kendaraan. Inisiatif ini didukung oleh United Nations Road Safety Fund (UNRSF) dengan pelaksana utama United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP), serta berkolaborasi dengan Global Road Safety Facility Bank Dunia, Autoliv, dan TotalEnergies.
Plt. Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan LLAJ KNKT, Wisnu Hariadhi, menyatakan bahwa keikutsertaan Indonesia bertujuan memberikan masukan teknis serta membagikan pengalaman nasional terkait investigasi dan keselamatan jalan. Langkah ini krusial mengingat sepeda motor yang beredar di pasar Asia Tenggara menggunakan platform teknologi dan rantai pasok komponen yang sama. Melalui penguatan kerja sama di ASEAN MAP, Indonesia mendorong terciptanya kendaraan yang lebih aman dan penerapan standar keselamatan yang lebih ketat di kawasan.