02.2016-09.49
- Instansi penerima
- PT Kereta Api Indonesia (Persero)
- Kategori penerima
- Operator
- Tanggal terbit
- 9 November 2017
- Batas waktu tanggapan
- 9 Desember 2017 Terlampaui
Isi rekomendasi
Agar teknik inspeksi keretakan permukaan as roda mengikuti Manual Pengoperasian dan Pemeliharaan untuk Gerbong KKBW dan Standar AAR: Manual of Standards and Recommended Practices (MSRP), Section G-II, Wheel and Axle Manual (G-II Manual), Recommended Wheel Shop Practices, Wheel Shop Inspection.
Lini masa tanggapan instansi 1
-
Tanggapan 1 dari 1
Pemeriksaan rutin as roda menggunakan Teknik Non-Destructive Testing metode Ultrasonic Testing (UT) saat dilakukan perawatan P12, P24 dan P48. Tanggapan PT KAI (13 Maret 2020): Pada tahun 2018, PT KAI telah melakukan pembelian UT Flaw Detector USM 36 (Surat pendistribusian peralatan ke Depo dan Balai Yasa serta pelatihan penggunaan alat akan disampaikan). PT KAI akan berkonsultasi dengan pabrikan Sarana terkait metode NDT yang sesuai untuk inspeksi keretakan permukaan as roda. Tanggapan PT KAI 23 September 2021 dan Surat Direktur Utama PT KAI (Persero) No. KS.201/X/2/KA-2021 tanggal 7 Oktober 2021 perihal TL keselamatan (safety action) atas rekomendasi keselaamtan KNKT: 1. Inspeksi keretakan as roda telah dilakukan dengan metoda Ultrasonic Test yang dioperasikan oleh personil NDT Level 1 (minimum) dan kalibrasi dilakukan oleh personil NDT Level 2. Pada AAR: Manual of Standards and Recommended Practices (MSRP), Section G‐II, Wheel and Axle Manual (G‐II Manual), sebagai berikut : (terlampir pada data dukung) 2. Alat ultrasonic yang digunakan untuk memeriksa keretakan as roda menggunakan Krautkramer USM 36. Aplikasi penggunaan alat ini diantaranya untuk memeriksa benda-benda forging/ tempa dan panjang dimana PT KAI menggunakan as roda dengan spesifikasi forging/ tempa. (terlampir pada data dukung) 3. Surat keterangan dari pabrikan (PT INKA) terkait rekomendasi penggunaan alat ultrasonic untuk pemeriksaan keretakan as roda (terlampir pada data dukung) (KNKT masih memerlukan diskusi lebih lanjut bersama PT KAI (Persero) dengan melibatkan personel dari BY Lahat)