201
- Instansi penerima
- BPSDM Perhubungan
- Kategori penerima
- Badan Pengembangan SDM Perhubungan
- Tanggal terbit
- 20 Mei 2022
- Batas waktu tanggapan
- —
Isi rekomendasi
Berdasarkan hasil wawancara terhadap Nakhoda maupun Perwira bagian dek, masih didapati kurangnya pemahaman terhadap Peraturan Pencegahan Tubrukan di Laut (P2TL), terutama analisa-analisa yang mengarah kepada kemungkinan terjadinya tubrukan dan tindakan-tindakan pencegahan untuk menghindari terjadinya bahaya tubrukan, sehingga dalam proses pelatihan perlu peningkatan pemahaman para Nakhoda terhadap penerapan P2TL secara menyeluruh
Lini masa tanggapan instansi 1
-
Tanggapan 1 dari 1
Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut melalui UPT Matra laut telah mengambil langkah konkret dalam meningkatkan mutu pelatihan keselamatan maritim. Untuk mengatasi permasalahan yang diidentifikasi dalam investigasi ini, kami telah mengimplementasikan:1. Penguatan kurikulum dan Materi Pelatihan: materi terkait P2TL telah diperbarui dan diperkuat dalam kurikulum diklat pelaut di seluruh UPT Diklat Matra Laut di bawah PPSDMPL. Pendekatan berbasis studi kasus telah diterpakan untuk meningkatkan pemahaman analitis Nakhoda dan Perwira dek terhadap skenario potensi tubrukan.2. Penyelenggaraan Simulasi Pencegahan Tubrukan: Latihan berbasis simulator telah diintegrasikan dalam program pelatihan Nakhoda dan Perwira dek, termasuk simulasi navigasi di area dengan lalu lintas padat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung dalam mengambil keputusan guna mencegah tubrukan berdasarkan prinsip-prinsip P2TL.3. Pelaksanaan Uji Kompetensi dan Evaluasi Pemahaman: PPSDMPL telah menerapkan ujian kompetensi terkait P2TL yang harus dilalui oleh setiap peserta diklat, guna memastikan pemahaman yang lebih endalam terhadap aturan pencegahan tubrukan. Evaluasi periodik terhadap lulusan diklat juga dilakukan untu menilai efektivitas pembelajaran an kesipan operasional di lapangan.9