Kasus Rem Blong yang Tak Kunjung Mereda
JAKARTA – Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) selama ini, dari semua kejadian rem blong atau proses kegagalan pengereman pada mobil bus dan truk yang terjadi secara berulang hampir semuanya aki
JAKARTA – Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) selama ini, dari semua kejadian rem blong atau proses kegagalan pengereman pada mobil bus dan truk yang terjadi secara berulang hampir semuanya akibat overheat dengan lokasi di jalanan menurun dan berkelok. Namun, guna mengetahui fakta sebenarnya yang biasa terjadi di lapangan hingga menyebabkan kecelakaan (evidence base) dan dalam rangka upaya mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat rem blong serta meningkatkan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, maka KNKT bersama Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengadakan kegiatan FGD (Focus Group Discussion) pada 23 September 2020 di Bandung.
“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa insiden kecelakaan rem blong jumlahnya tidak berkurang sehingga kita harus mawas diri bahwa usaha-usaha yg selama ini kita jalankan itu kalo saya nilai memang belom terlalu efektif karena kasus rem blong nya ini belum kunjung menurun, makanya kita juga perlu tahu akar penyebabnya ini sebenarnya apa.” Soerjanto Tjahjono selaku ketua KNKT memaparkan bahwa KNKT bersama dengan beberapa pihak lainnya sudah beberapa kali melakukan upaya pencegahan terkait pencegahan kasus rem blong namun jumlahnya masih tetap sama.
Achmad Wildan selaku investigator senior LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang menjadi penyebab kasus rem blong dapat terjadi, di antaranya yaitu kampas mengalami overheat, minyak rem mendidih dengan cepat, tekanan angin tekor.Selain itu jugaterdapat faktor lainnya yang ikut memperparah kasus kecelakaan, yaitu malfunction pada teknologi (pengereman), kebocoran pada selang airhose, kebocoran pada airtank dan sensor tekanan angin yang tidak bekerja.
“Biasanya pengemudi bus itu mau irit solar jadi mereka pake gigi tinggi tapi mainin rem, grid nya panas sehingga sepatu remnya terlalu panas hingga mengalami proses sublimasi jadi yg tadinya padet berubah bentuk menjadi gas yang melapisi sepatu rem dan tromol sehingga kehilangan gaya gesek nah istilahnya itu kita kenal sebagai rem blong.” Soerjanto menjelaskan proses terjadinya rem blong yang tidak bisa secara tiba-tiba. Achmad menambahkanbahwa ada proses yang menyertai dan/atau mendahuluinya hingga terjadi rem blong, "hukum kekekalan energi = energi tidak akan hilang, tapi berubahbentuk jika suatu benda sedang bergerak turun dari atas ke bawah dan tiba-tiba dihentikan.”Jelasnya.
Oleh sebab itu, Soerjanto berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap selalu berhati-hati dan waspada dalam berkendara karena hingga kini masalah terbesar dalam isu keselamatan jalan di Indonesia ialah bahwa kita tidak tahu resiko apa saja yang akan kita hadapi di jalan.
Berita terkait
Lihat arsip berita →- Berita
Peluncuran Asean Motorcycle Assessment Programme (Asean Map) Dukung Peningkatan Keselamatan Sepeda Motor di Asia Tenggara
Kementerian Pengangkutan Malaysia melalui MIROS meluncurkan ASEAN MAP pada 11 Agustus 2026 di Selangor, diresmikan Wakil Menteri YB Datuk Hasbi. Acara 2 hari ini dihadiri pakar, produsen, da…
- Berita
Ketua KNKT: Setiap Investigasi Harus Menghasilkan Langkah Pencegahan Kecelakaan Berikutnya
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyampaikan paparan bertajuk "From Investigation to Prevention: Building a Safer Aviation Future" pada rangkaian 3rd Indonesia Aero Summit (IAS) 2026
- Berita
Di IISAR 2026, Ketua KNKT Dorong Penguatan Sinergi SAR Melalui Pembelajaran dari QZ8501 dan SJ182
KNKT menegaskan bahwa pengalaman penanganan kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 dan Sriwijaya Air SJ182 memberikan pelajaran penting bagi penguatan sistem pencarian dan pertolongan / Search an…
