Kerja Sama KNKT dan BPPT Ciptakan Bus Pintar Anti Virus COVID-19
BANTEN - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama Badan Pengajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Karoseri Laksana, Universitas Diponegoro dan PO Sumber Alam menggelar kegiatan pengujian teknis sistem nano coating, pengaturan sistem ai
BANTEN - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama Badan Pengajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Karoseri Laksana, Universitas Diponegoro dan PO Sumber Alam menggelar kegiatan pengujian teknis sistem nano coating, pengaturan sistem airflow vertical seperti di pesawat udara serta penggunaan HEPA filter pada Biosmart & Safe Bus untuk menangkap/menyaring airbone microbes dalam bus guna mencegah penularan Covid-19 selama perjalanan. Untuk menguji keefektivitasan sistem tersebut maka dilakukan dengan menguji flow aliran udara dengan modelling Computer Fluid Dynamic (CFD) dan dilakukan dengan uji asap untuk alirannya. Sedangkan untuk penguji fungsi HEPA filter dan Sinar UVc serta fungsi nano silver pada permukaan interior, maka pada bus disebarkan microba dan setelah itu selang beberapa waktu diambil sampelnya pada mannequin, tempat duduk, kaca, dan lain-lain guna menguji keefektivitasan sistem tersebut. Hasil uji dari BPPT nantinya akan digunakan untuk pengembangan standar keselamatan biologis pada angkutan umum di Indonesia.
Uji teknis ini dilakukan BPPT untuk membuktikan secara teknis ilmiah bahwa sirkulasi udara dalam bus angkutan umum sehat dan bisa mencegah penumpang terpapar virus Covid-19. Kegiatan pengujian dilakukan di kompleks Puspitek BPPT Serpong, Tangerang, Banten pada 18 Agustus 2021.
Dalam paparannya, Soerjanto Tjahjono selaku ketua KNKT menjelaskan awal kemunculan ide untuk menciptakan Biosmart & Safe Bus atau yang lebih akrab dengan sebutan bus anti Covid-19 ini saat adanya keluhan dari pemilik Perusahaan Otobus (PO) Sumber Alam (Anthony Steven Hambali) dan Karoseri Laksana, bahwa angkutan umum khususnya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) terus turun di saat pandemi.
Ditambah selama ini, terutama sejak pandemi Covid-19, belum ada penelitian dan uji kesehatan pada angkutan umum, termasuk bus penumpang yang dapat memberikan jaminan bahwa angkutan umum tersebut benar-benar terbebas dari paparan Covid-19.
Berangkat dari perbincangan tersebut, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti perusahaan bisa kolaps dan dampaknya makin berat bagi karyawan serta masyarakat, karena tidak terlayani dengan baik, maka diciptakan lah bus yang dilengkapi
alat sirkulasi udara (HEPA) layaknya di dalam pesawat sehingga udara dalam kabin bisa berganti secara baik dan sehat serta berkelanjutan. Dengan begitu, diharapkan bus ini dapat memberi rasa aman dan mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk naik angkutan umum, karena diyakini akan terhindar dari virus Covid-19.
Selain itu, proses pembuatan sistem sirkulasi udara yang diciptakan untuk Biosmart & Safe Bus ini diharapkan juga dapat mendorong moda transportasi darat khususnya pada angkutan umum yang aman dan sehat dari Covid-19 layaknya moda transportasi udara dan kereta api.
“Proses pengujian bus ini masih terus berjalan, sebelumnya Biosmart & Safe Bus ini diuji di kampus Universitas Diponegoro dan dinyatakan sukses dan bisa dilanjutkan. Kini kembali diuji secara ilmiah di BPPT bersama pihak terkait lainnya. Nah, apabila nanti saat pengujian selanjutnya sukses lolos uji dan sertifikasi sebagai Biosmart & Safe Bus maka ke depannya bus ini akan bisa diproduksi secara massal sebagai angkutan umum yang bisa digunakan oleh masyarakat Indonesia. Tentunya semua harus lolos uji teknis dan mendapatkan sertifikasi dari instansi berwenang terlebih dahulu.” Jelas Soerjanto.
Deputi Kepala BPPT Sony Sulistyo menambahkan, pihaknya telah membentuk tiga tim untuk melakukan pengujian terharap bus anti Covid-19 ini. "Sejauh ini, proses dan hasil uji tekis berjalan baik. Target BPPT, pekan ketiga September 2021 sudah selesai tahan uji dan sertifikasi. Jika hasilnya oke, maka BPPT akan merekomendasikan dan bus bisa diproduksi massal untuk angkutan umum"Jelasnya.
Berita terkait
Lihat arsip berita →- Berita
Peluncuran Asean Motorcycle Assessment Programme (Asean Map) Dukung Peningkatan Keselamatan Sepeda Motor di Asia Tenggara
Kementerian Pengangkutan Malaysia melalui MIROS meluncurkan ASEAN MAP pada 11 Agustus 2026 di Selangor, diresmikan Wakil Menteri YB Datuk Hasbi. Acara 2 hari ini dihadiri pakar, produsen, da…
- Berita
Ketua KNKT: Setiap Investigasi Harus Menghasilkan Langkah Pencegahan Kecelakaan Berikutnya
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyampaikan paparan bertajuk "From Investigation to Prevention: Building a Safer Aviation Future" pada rangkaian 3rd Indonesia Aero Summit (IAS) 2026
- Berita
Di IISAR 2026, Ketua KNKT Dorong Penguatan Sinergi SAR Melalui Pembelajaran dari QZ8501 dan SJ182
KNKT menegaskan bahwa pengalaman penanganan kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 dan Sriwijaya Air SJ182 memberikan pelajaran penting bagi penguatan sistem pencarian dan pertolongan / Search an…
