KNKT Bekerja Sama dengan Otoritas Transportasi Iran untuk Melakukan Investigasi Kecelakaan Kapal MV Shahraz
JAKARTA – Kapal berbendera asing yang diketahui bernama MV Shahraz mengalami insiden pada 10 Mei 2020 silam yang diduga kandas di Perairan Batu Berhenti, Pulau Sambu, Batam, Kepulauan Riau. Kapal berbendera Iran tersebut memiliki tinggi sekitar 15 me
JAKARTA – Kapal berbendera asing yang diketahui bernama MV Shahraz mengalami insiden pada 10 Mei 2020 silam yang diduga kandas di Perairan Batu Berhenti, Pulau Sambu, Batam, Kepulauan Riau. Kapal berbendera Iran tersebut memiliki tinggi sekitar 15 meter dengan panjang 50 meter yang mengangkut ratusan kontainer. Kapal tersebut berencana untuk mengirimkan muatannya ke Singapura. Hingga kini alat berat dan para kru lainnya melakukan upaya evakuasi untuk memindahkan muatan kapal ke kargo lainnya berkoordinasi dengan para stakeholder terkait.
Pihak Otoritas Transportasi Iran sudah melakukan upaya kooperatif dengan telah menghubungi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait dengan insiden ini. Dalam surat resmi yang dikirimkan oleh Pemerintah Iran kepada melalui Kedutaan Besar Indonesia untuk Iran di Tehran, Administrasi Maritim Iran merencakan dan meminta KNKT untuk melakukan investigasi bersama berdasarkan kepada perjanjian SOLAS Convention dan International Code on Marine Casualty Investigation yang sudah disetujui kedua negara. Kerjasama ini akan dikoordinasikan pula kepada kementerian terkait pada kedua negara yang dilaksanakan pada 14 s.d. 21 Juni 2020 di Jakarta. Otoritas Transportasi Iran mengirimkan tiga perwakilan untuk melaksanakan investigasi bersama KNKT di Indonesia. Untuk mengukuhkan kerjasama antar dua negara ini maka dibuat Memorandum of Undestanding (MoU) yang ditandatangani oleh kedua negara untuk membuat tim gabungan investigasi.
Sehubungan dengan hal tersebut maka KNKT secara kooperatif menerima permohonan kerjasama yang diajukan oleh Pemerintah Iran untuk melaksanakan investigasi bersama insiden kapal MV Shahnaz ini dengan mengirimkan perwakilan investigator kecelakaan pelayaran ke dalam tim gabungan investigasi. KNKT mengirimkan tiga investigator pelayaran yaitu: Aleik Nurwayudy, Bambang Alwi, dan Anggiat P.
Berita terkait
Lihat arsip berita →- Berita
Peluncuran Asean Motorcycle Assessment Programme (Asean Map) Dukung Peningkatan Keselamatan Sepeda Motor di Asia Tenggara
Kementerian Pengangkutan Malaysia melalui MIROS meluncurkan ASEAN MAP pada 11 Agustus 2026 di Selangor, diresmikan Wakil Menteri YB Datuk Hasbi. Acara 2 hari ini dihadiri pakar, produsen, da…
- Berita
Ketua KNKT: Setiap Investigasi Harus Menghasilkan Langkah Pencegahan Kecelakaan Berikutnya
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyampaikan paparan bertajuk "From Investigation to Prevention: Building a Safer Aviation Future" pada rangkaian 3rd Indonesia Aero Summit (IAS) 2026
- Berita
Di IISAR 2026, Ketua KNKT Dorong Penguatan Sinergi SAR Melalui Pembelajaran dari QZ8501 dan SJ182
KNKT menegaskan bahwa pengalaman penanganan kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 dan Sriwijaya Air SJ182 memberikan pelajaran penting bagi penguatan sistem pencarian dan pertolongan / Search an…
