KNKT Menegaskan Serpihan Benda yang Diduga Milik China Bukan Bagian dari Pesawat
JAKARTA – Minggu, 3 Januari 2021 seorang nelayan menemukan serpihan benda logam aluminium di Teluk Ranggau, Desa Sei Cabang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Masyarakat sekitar menduga bahwa serpihan benda logam aluminium tersebut adala
JAKARTA – Minggu, 3 Januari 2021 seorang nelayan menemukan serpihan benda logam aluminium di Teluk Ranggau, Desa Sei Cabang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Masyarakat sekitar menduga bahwa serpihan benda logam aluminium tersebut adalah bagian dari badan pesawat milik Air Asia yang dulu mengalami kecelakaan. Nelayan tersebut kemudian melaporkan temuan kepada pemerintah setempat untuk dapat diselidiki lebih lanjut.
Menanggapi isu yang berkembang di masyarakat, pada 4 Januari 2021 KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) mengirimkan tim identifikasi guna memastikan identitas pesawat tersebut. Tim KNKT yang terdiri dari Apib KWW Prayogi dan Ir.Masruri yang merupakan tenaga ahli, berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan bersama Basarnas, Danlanud, Dandim, Lantamal, Kapolres, KSOP Kumai, Kepala UPBU Iskandar, Airnav Indonesia, dan Pengelola Taman Nasional Tanjung Puting terkait temuan benda yang diduga menyerupai serpihan pesawat, menyatakan bahwa serpihan benda tersebut kemungkinan berasal dari benda antariksa yang bukan bagian dari badan pesawat terbang transportasi.
Soerjanto Tjahjono selaku ketua KNKT berdasarkan informasi dari tim yang bertugas menegaskan bahwa serpihan benda asing tersebut bukan bagian dari rangka pesawat terbang dan sejauh ini semuanya dalam kondisi aman. Dalam artian, benda tersebut tidak mengandung radiasi. Tim KNKT juga telah menyiapkan penanganan terhadap benda tersebut jika nanti ditemukan ada unsur radiasi di dalamnya. Soerjanto juga menghimbau kepada masyarakat agar hal tersebut tidak dijadikan “destinasi wisata” selain agar proses identifikasi dapat dilakukan dengan baik, hal tersebut juga demi keselamatan bersama.
“Selanjutnya, KNKT akan berkoordinasi dengan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) dan BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) untuk melakukan penyelidikan lebih jauh apabila memang benar bahwa serpihan benda tersebut merupakan bagian dari badan roket milik China. Selain itu, terkait benda yang juga ditemukan tidak jauh dari serpihan misterius yang berjarak ±500 meter berupa lifevest dan wearpack bertuliskan Yuan Wang Hai Panama, masih dalam proses penelusuran lebih lanjut. KNKT belum bisa memastikan apakah kedua benda itu ada kaitannya dengan serpihan benda asing yang diduga roket milik China tersebut” ujar Soerjanto.
Berita terkait
Lihat arsip berita →- Berita
Peluncuran Asean Motorcycle Assessment Programme (Asean Map) Dukung Peningkatan Keselamatan Sepeda Motor di Asia Tenggara
Kementerian Pengangkutan Malaysia melalui MIROS meluncurkan ASEAN MAP pada 11 Agustus 2026 di Selangor, diresmikan Wakil Menteri YB Datuk Hasbi. Acara 2 hari ini dihadiri pakar, produsen, da…
- Berita
Ketua KNKT: Setiap Investigasi Harus Menghasilkan Langkah Pencegahan Kecelakaan Berikutnya
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyampaikan paparan bertajuk "From Investigation to Prevention: Building a Safer Aviation Future" pada rangkaian 3rd Indonesia Aero Summit (IAS) 2026
- Berita
Di IISAR 2026, Ketua KNKT Dorong Penguatan Sinergi SAR Melalui Pembelajaran dari QZ8501 dan SJ182
KNKT menegaskan bahwa pengalaman penanganan kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 dan Sriwijaya Air SJ182 memberikan pelajaran penting bagi penguatan sistem pencarian dan pertolongan / Search an…
