KNKT Tekankan Setiap Orang Agar Peduli akan Keselamatan
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dan komunitas sepeda motor agar berkontribusi bersama memberikan edukasi tentang keselamatan berkendara, seperti t
JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dan komunitas sepeda motor agar berkontribusi bersama memberikan edukasi tentang keselamatan berkendara, seperti teknik mengemudi di berbagai kondisi jalan, dan sebagainya.
Berdasarkan data Korlantas Polri, jumlah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor sepanjang tahun 2020 mencapai 93.319 kasus, tahun 2021 naik menjadi 97.095 kasus, dan Januari-Agustus 2022 telah mencapai 85.691 kasus. Korban meninggal dunia tahun 2020 mencapai 21.525 orang, lalu 2021 mencapai 22.626 orang, dan pada tahun 2022 mencapai 16.115 orang, hal ini menunjukkan bahwa jumlah kasus kecelakaan didominasi oleh sepeda motor sebesar 81 persen.
Pada rapat bersama yang diselenggarakan secara hybrid di Kantor KNKT pada 13 September 2022 yang dihadiri oleh Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Ikatan Motor Indonesia (IMI), Astra Honda Motor (AHM), Korlantas Polri, Honda Community, Honda ADV Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung (ITB), Soerjanto Tjahjono selaku Ketua KNKT berharap akan adanya langkah strategis dalam upaya mengurangi kasus kecelakaan yang selama ini belum menunjukkan hasil yang berarti.
“Dengan masih belum optimalnya upaya penanganan kecelakaan sepeda motor, maka perlu kiranya bersama-sama kita lakukan upaya-upaya untuk menekan jumlah kecelakaan, karena keselamatan di jalan baru dapat terwujud jika setiap orang mau peduli akan keselamatan dan disiplin dalam berlalu lintas,” ujar Soerjanto.
KNKT menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan yaitu faktor manusia, kendaraan, dan jalan. Berdasarkan hasil investigasi yang kerapkali dilakukan kasus kecelakaan didominasi oleh faktor manusia (human error), yakni berbentuk kesalahan manusia yang didasarkan keterampilan dasar mengemudi (skill based) yang erat kaitannya dengan kondisi jalan sub-standar, kurangnya kesadaran (awareness), dan lepas kontrol akibat kelelahan (fatigue).
Oleh sebab itu, masyarakat pengguna sepeda motor dihimbau agar wajib berhati-hati dalam berkendara terlebih saat melintasi jalur-jalur tertentu seperti jalanan lurus panjang yang membutuhkan fokus dan konsentrasi tinggi agar tidak merasa jenuh, sebagaimana dicermati Korlantas Polri, kecelakaan sepeda motor justru didominasi terjadi di jalan lurus. Kelalaian pengendara yang memacu dengan kecepatan tinggi menjadi salah satu faktornya. Selain itu, kondisi jalan pada turunan curam yang cukup mendominasi di beberapa wilayah Pulau Jawa. Terutama bagi motor bertransmisi otomatis yang saat ini tercatat sebagai penyebab terjadinya kasus kecelakaan paling banyak. KNKT menilai bahwa kedua kondisi jalanan tersebut memiliki karakteristik yang berpotensi tinggi menyebabkan terjadinya kecelakaan.
Berita terkait
Lihat arsip berita →- Berita
Peluncuran Asean Motorcycle Assessment Programme (Asean Map) Dukung Peningkatan Keselamatan Sepeda Motor di Asia Tenggara
Kementerian Pengangkutan Malaysia melalui MIROS meluncurkan ASEAN MAP pada 11 Agustus 2026 di Selangor, diresmikan Wakil Menteri YB Datuk Hasbi. Acara 2 hari ini dihadiri pakar, produsen, da…
- Berita
Ketua KNKT: Setiap Investigasi Harus Menghasilkan Langkah Pencegahan Kecelakaan Berikutnya
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyampaikan paparan bertajuk "From Investigation to Prevention: Building a Safer Aviation Future" pada rangkaian 3rd Indonesia Aero Summit (IAS) 2026
- Berita
Di IISAR 2026, Ketua KNKT Dorong Penguatan Sinergi SAR Melalui Pembelajaran dari QZ8501 dan SJ182
KNKT menegaskan bahwa pengalaman penanganan kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 dan Sriwijaya Air SJ182 memberikan pelajaran penting bagi penguatan sistem pencarian dan pertolongan / Search an…
