KNKT Usut Penyebab Kegagalan Sistem Pengereman Bus dan Truk
JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan beberapa hasil investigasi kecelakaan lalu lintas yang selama ini telah dilakukan, salah satunya mengenai kecelakaan yang disebabkan oleh kegagalan sistem rem pada bus dan truk. F
JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan beberapa hasil investigasi kecelakaan lalu lintas yang selama ini telah dilakukan, salah satunya mengenai kecelakaan yang disebabkan oleh kegagalan sistem rem pada bus dan truk. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar kegagalan sistem pengereman pada bus dan truk terjadi pada jalan menurun dimana adanya peningkatan temperatur kampas hingga mencapai ambang batas (brakefading) yang dipicu oleh penggunaan gigi tinggi pada saat melalui jalan menurun.
Selain brakefading, faktor lain yang sering menjadi penyebab kegagalan sistem rem adalah berkurangnya tekanan angin secara cepat pada airtank saat pengemudi berkali-kali melakukan pengereman di jalan menurun sehingga mengakibatkan pedal rem dan pedal kopling tidak dapat berfungsi dengan baik pada semua jenis sistem rem pneumatic (full air brake maupun air over hydrolik brake).
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, KNKT memberikan rekomendasi kepada Direktur Jenderal Perhubungan Darat gunameminimalisir kecelakaan akibat kegagalan sistem pengereman yang seringkali dialami oleh bus dan truk, yaitu agar dapat memberikan edukasi tentang tata cara penggunaan sistem rem pada bus dan truk di jalan menurun secara masif, mengingat hazard tersebut terdapat pada sebagian besar pengemudi bus dan truk di Indonesia.
Selanjutnya, mengingat topografi jalan di Indonesia yang diwarnai dengan banyaknya jalan menurun serta pengetahuan terkait penggunaan sistem rem di jalan menurun masih sangat terbatas, dipandang perlu untuk mengkaji ulang kebijakan teknis pemerintah terkait besaran kapasitas kompresor pada bus dan truk agar lebih mampu menyuplai angin dengan cepat pada airtank pada saat penggunaan service brake di jalan menurun.
KNKT berharap agar rekomendasi yang telah diberikan ini dapat segera dipenuhi demi menekan angka fatalitas terjadinya kecelakaan khususnya kasus kegagalan sistem pengereman pada bus dan truk, serta diharapkan kejadian kecelakaan dengan penyebab yang sama ini tidak lagi terulang dikemudian hari.
Berita terkait
Lihat arsip berita →- Berita
Peluncuran Asean Motorcycle Assessment Programme (Asean Map) Dukung Peningkatan Keselamatan Sepeda Motor di Asia Tenggara
Kementerian Pengangkutan Malaysia melalui MIROS meluncurkan ASEAN MAP pada 11 Agustus 2026 di Selangor, diresmikan Wakil Menteri YB Datuk Hasbi. Acara 2 hari ini dihadiri pakar, produsen, da…
- Berita
Ketua KNKT: Setiap Investigasi Harus Menghasilkan Langkah Pencegahan Kecelakaan Berikutnya
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyampaikan paparan bertajuk "From Investigation to Prevention: Building a Safer Aviation Future" pada rangkaian 3rd Indonesia Aero Summit (IAS) 2026
- Berita
Di IISAR 2026, Ketua KNKT Dorong Penguatan Sinergi SAR Melalui Pembelajaran dari QZ8501 dan SJ182
KNKT menegaskan bahwa pengalaman penanganan kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 dan Sriwijaya Air SJ182 memberikan pelajaran penting bagi penguatan sistem pencarian dan pertolongan / Search an…
