Siaran Pers No. 31/KNKT/XI/2018
Terkait dengan kejadian lost contact, pesawat Boeing 737 MAX 8 registrasi PK-LQP yang dioperasikan oleh PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) sebagai penerbangan JT-610 dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandar Udara Depati
Terkait dengan kejadian lost contact, pesawat Boeing 737 MAX 8 registrasi PK-LQP yang dioperasikan oleh PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) sebagai penerbangan JT-610 dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang pada tanggal 29 Oktober 2018, dapat disampaikan perkembangan proses investigasi hari ke-5, tanggal 2 November 2018 sebagai berikut:
1.Tim Recorder KNKT telah menganalisa dan memastikan bahwa Crash Surviveable Memory Unit (CSMU) yang ditemukan pada hari Kamis, 1 November 2018 adalah bagian dari Flight Data Recorder (FDR) pesawat PK-LQP.
Tim recorder KNKT dengan disaksikan oleh perwakilan dari Amerika Serikat National Transportation Safety Board (NTSB) dan Singapura Transport Safety Investigation Bureau (TSIB) melakukan proses pembersihan dan recovery CSMU tersebut di laboratorium recorder KNKT, Jakarta.
Hingga laporan ini dibuat, proses pembersihan dan recovery masih berlangsung.
2.Tim KNKT yang berada di Kapal Baruna Jaya I mendapat tambahan tenaga berupa 2 investigator KNKT dan 2 Investigator dari NTSB yang merapat pada jam 10.00 WIB untuk membantu pencarian CVR (Cockpit Voice Recorder).
Tim KNKT yang berada di Kapal Baruna Jaya I mendapat tambahan peralatan 1 (satu) buah ping locator dukungan dari Amerika Serikat NTSB. Sehingga saat ini, tim KNKT di Kapal Baruna Jaya I diperkuat dengan total 4 ping locator.
3.Tim KNKT juga masih berada di JICT II untuk melakukan penyortiran dan identifikasi puing pesawat yang telah ditemukan. Rencananya puing-puing tersebut akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
4.Tim KNKT berkoordinasi dan bekerjasama dengan TNI AU untuk mendapatkan data Radar di Satuan Radar Tanjung Kait milik TNI AU terkait penerbangan JT-610.
5.Tim KNKT telah melakukan interview kepada crew (Flight crew dan Cabin crew) pesawat Lion Air JT-043 rute Denpasar-Jakarta yan terbang 1 hari sebelum kejadian.
6.Tim NTSB (USA) di bidang Human Factor, Engineering, Airplane Structure, serta dari Boeing dan Tim KNKT melakukan pengumpulan data dan verifikasi atas data yg sudah terkumpul di Ruang koordinasi KNKT.
Berita terkait
Lihat arsip berita →- Berita
Peluncuran Asean Motorcycle Assessment Programme (Asean Map) Dukung Peningkatan Keselamatan Sepeda Motor di Asia Tenggara
Kementerian Pengangkutan Malaysia melalui MIROS meluncurkan ASEAN MAP pada 11 Agustus 2026 di Selangor, diresmikan Wakil Menteri YB Datuk Hasbi. Acara 2 hari ini dihadiri pakar, produsen, da…
- Berita
Ketua KNKT: Setiap Investigasi Harus Menghasilkan Langkah Pencegahan Kecelakaan Berikutnya
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyampaikan paparan bertajuk "From Investigation to Prevention: Building a Safer Aviation Future" pada rangkaian 3rd Indonesia Aero Summit (IAS) 2026
- Berita
Di IISAR 2026, Ketua KNKT Dorong Penguatan Sinergi SAR Melalui Pembelajaran dari QZ8501 dan SJ182
KNKT menegaskan bahwa pengalaman penanganan kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 dan Sriwijaya Air SJ182 memberikan pelajaran penting bagi penguatan sistem pencarian dan pertolongan / Search an…
