Teknologi Smartmt Dapat Menjadi Standar Atpm
BANDUNG – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menghadiri kegiatan workshop terkait upaya meningkatkan keselamatan angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) atau Liquified Petroleum Gas (LPG) dengan menggunakan sistem teknologi SmartMT di Bandung,
BANDUNG – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menghadiri kegiatan workshop terkait upaya meningkatkan keselamatan angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) atau Liquified Petroleum Gas (LPG) dengan menggunakan sistem teknologi SmartMT di Bandung, Jawa Barat pada 10 Juni 2021. SmartMT merupakan inovasi digitalisasi pada moda transportasi darat, khususnya mobil tangki guna meningkatkan standar keselamatan dan keamanan (Safety and Security Fleet Management).
Berawal dari kejadian kecelakaan yang dialami truk tangki Pertamina bermuatan BBM yang terbakar, hasil investigasi KNKT menemukan bahwa hal tersebut terjadi akibat tromol pada ban. “Diawali oleh ban terbakar lalu kami teliti, ternyata akibat tromol mengunci dan mengerem terus, ban mengalami pirolisis hingga terjadi insiden api, dan terbakarlah tangki beserta muatan BBM yang dibawa” jelas Soerjanto Tjahjono selaku ketua KNKT.
“Hadirnya teknologi SmartMT ini diharapkan bisa menjadi standar Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dalam hal keselamatan transportasi. Jika pilot proyek ini berhasil nanti teknologi SmartMT ini bisa dikembangkan untuk moda transportasi lainnya seperti kapal laut, kereta api, dan lainnya” tutur Soerjanto meyakini bahwa ke depannya digitalisasi pada SmartMT dapat mengatasi masalah keselamatan secara komprehensif.
Inovasi ini diinisiasi dan di ujicoba sejak 2018 hingga sampai saat ini masih terus mengalami perkembangan, pengembangan teknologi SmartMT ini menggunakan sensor-sensor sebagai pengindera kondisi mobil tangki yang akan diolah secara terpusat oleh microcontroller. Data yang telah diolah akan diubah menjadi informasi yang mudah dipahami oleh awak mobil tangki, sehingga jika terjadi anomali pada mobil tangki dapat segera ditangani.
Sistem akan secara otomatis mengecek sendiri (self checking) dari sistem pemakaian bahan bakar, sistem pengereman, sistem electrical. Semua parameter tersebut dibuat daring yang terintegrasi ke data center Pertamina Patra Niaga melalui perangkat Internet of Thing (IoT) sebagai Early Warning System (EWS).
Setidaknya terdapat 15 fitur pintar dalam digitalisasi informasi mobil tangki, salah satunya berfungsi untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, memonitor kondisi fisik pengemudi, memonitor losses produk yang diangkut, melacak posisi mobil tangki, memeriksa kesesuaian pengemudi dengan mobil tangki yang dikendarai, dan lain-lain.
“Kecelakaan atau musibah pada mobil tangki tidak hanya disebabkan faktor manusia atau human error tetapi faktor teknis pada kendaraan yang juga bisa menyebabkan kecelakaan fatal seperti ban pecah atau kondisi suhu kendaraam yang terlalu panas. Oleh karena itu, saatnya semua kendaraan khususnya mobil tangki memiliki komponen deteksi dini atau EWS untuk mendeteksi agar kecelakaan atau musibah fatal tidak terjadi” tutup Soerjanto.
Berita terkait
Lihat arsip berita →- Berita
Peluncuran Asean Motorcycle Assessment Programme (Asean Map) Dukung Peningkatan Keselamatan Sepeda Motor di Asia Tenggara
Kementerian Pengangkutan Malaysia melalui MIROS meluncurkan ASEAN MAP pada 11 Agustus 2026 di Selangor, diresmikan Wakil Menteri YB Datuk Hasbi. Acara 2 hari ini dihadiri pakar, produsen, da…
- Berita
Ketua KNKT: Setiap Investigasi Harus Menghasilkan Langkah Pencegahan Kecelakaan Berikutnya
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyampaikan paparan bertajuk "From Investigation to Prevention: Building a Safer Aviation Future" pada rangkaian 3rd Indonesia Aero Summit (IAS) 2026
- Berita
Di IISAR 2026, Ketua KNKT Dorong Penguatan Sinergi SAR Melalui Pembelajaran dari QZ8501 dan SJ182
KNKT menegaskan bahwa pengalaman penanganan kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 dan Sriwijaya Air SJ182 memberikan pelajaran penting bagi penguatan sistem pencarian dan pertolongan / Search an…
